Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center Karangdadi di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, akhirnya membuka pintu pengiriman sampah dari desa. Kabar ini disambut baik pemerintah desa di Klungkung. Meskipun jadwal pengiriman setiap desa masih terbatas, yakni satu kali seminggu dengan kapasitas 1 ton per desa.
"Mulai hari Senin (10/8/2026), kami coba menerima sampah anorganik dan residu dari desa sesuai jadwal yang kami berikan. Per hari ada empat desa masing-masing 1 ton per desa," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung I Dewa Komang Aswin pada detikBali, Minggu (9/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terbukanya pengiriman sampah desa ini menunjukkan telah mulai terurainya gunungan sampah residu di TOSS Center dengan mesin pirolisis berkapasitas sekitar 8 ton per jam. Alat dari luar negeri tersebut diharapkan dapat segera beroperasi dengan maksimal sehingga semakin cepat mengurai persoalan sampah di Klungkung.
Aswin menerangkan, saat ini seluruh mesin sudah beroperasi. Namun pengolahan sampah belum bisa maksimal karena membutuhkan serangkaian uji coba.
"Saat ini semua mesin sudah menyala. Namun tentu tidak bisa dipaksakan langsung beroperasi penuh. Setahap demi setahap pihak dari Inpac dan Bali Bersih Bersinar akan memaksimalkannya. Tentu tidak bisa instan. Namun kami optimis tahun ini semua sampah bisa terurai," jelas Aswin.
Selanjutnya untuk pengiriman sampah, Aswin menekankan pentingnya pengolahan di tingkat desa karena yang diterima sesuai jadwal hanya anorganik dan residu. Ia menekankan pada tempat pengolahan sampah (TPS) di desa untuk memperhatikan pemilahan dan jadwal yang sudah tertera.
"Ini yang akan terus kami pantau. Apakah betul yang dibawa ke sini sudah dipilah. Ini menjadi penting sambil kita berupaya menambah kapasitas pengiriman," jelasnya.
Sementara, Perbekel Desa Banjarangkan Anak Agung Gde Indrawan Diputra menerangkan menyambut baik penerimaan kembali sampah residu dari desa. Namun ia berharap DLHP Klungkung dapat menyesuaikan jumlah pengiriman masing-masing desa sesuai besaran wilayah.
"Kami berharap untuk kapasitas jangan disamakan semua desa. Misalnya kami Banjarangkan yang wilayahnya luas, menghasilkan sekitar 2 ton per hari. Kalau ditumpuk seminggu ada 12 sampai 14 ton. Sedangkan yang boleh dikirim hanya satu ton per minggu," terang Agung Diputra.
Ia sendiri yakin TOSS Center akan semakin maksimal dengan adanya mesin pirolisis berkapasitas 8 ton per jam. Selama ini ia sudah menaruh harapan besar pada alat tersebut guna dapat mengurasi persoalan sampah.
"Karena sejak TOSS Center ditutup, kita di desa kelabakan. Mau mengirim ke mana residu ini. Jadi bersyukur kalau sekarang mulai dibuka," pungkasnya.
Pantauan detikBali di TOSS Center Karangdadi, alat berat mulai bekerja mengeruk gunungan sampah residu. Meski masih sedikit, namun nampak ada pengurangan dari jumlah gunungan residu sebelumnya.
DLHP Klungkung sendiri menargerkan gunungan sampah residu yang beberapa bulan tak terolah bisa terurai sepenuhnya tahun ini.
Diketahui, TOSS Center Karangdadi menyetop pengiriman sampah dari desa sejak Maret 2026 lalu. Penyetopan dilakukan akibat penghentian kerjasama dengan pihak ketiga, juga adanya kerusakan mesin pengolah sampah.