detikBali

Paket Narkoba dalam Knalpot, Pengedar Jaringan Kamboja di Denpasar Ditangkap

Terpopuler Koleksi Pilihan

Paket Narkoba dalam Knalpot, Pengedar Jaringan Kamboja di Denpasar Ditangkap


Putu Yonata Udawananda - detikBali

Penggeledahan barang bukti tersangka GAS oleh BNNP Bali (Dok. BNNP Bali)
Foto: Penggeledahan barang bukti tersangka GAS oleh BNNP Bali (Dok. BNNP Bali)
Denpasar -

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali meringkus seorang yang diduga menjadi pengedar empat jenis narkotika di Bali. Pelaku berinisial GAS alias Boing itu diamankan di tempat tinggalnya yang ada di Jalan Taman Pancing, Denpasar, Jumat (31/7/2026).

Pelaku yang diduga terlibat jaringan Kamboja itu ditangkap sesaat setelah kedapatan menerima paket yang disembunyikan dalam knalpot bekas tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tim bidang pemberantasan berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial GAS alias Boing di tempat tinggalnya," ungkap Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol Putu Putera Sadana pada Rabu (5/8/2026).

Temuan paket tersebut sudah dicurigai ketika Dirjen Bea Cukai Bali Nusra mencurigai paket yang dikirim dengan tujuan Denpasar. BNNP Bali kemudian memonitor paket tersebut hingga sampai ke tangan tersangka.

ADVERTISEMENT

Ketika digeledah di hadapan masyarakat yang menyaksikan, petugas menemukan dua jenis narkotika di dalam paket yang disembunyikan dalam knalpot sepeda motor bekas itu. Dalam paket tersebut, ditemukan barang bukti yang diduga narkotika jenis etomidate dalam bentuk 19 paket cartridge vape, 11,12 gram netto ganja.

Penggeledahan dilanjutkan dengan mengecek kamar kos pelaku. Hasilnya, petugas kembali menemukan dua jenis narkotika lain. Petugas menemukan 64,5 butir ekstasi dan tiga sachet cairan kental yang diduga narkotika jenis happy water.

Petugas juga mengecek ponsel yang digunakan laki-laki tersebut. ditemukan jika pelaku dikendalikan oleh laki-laki bernama Sungap yang tinggal di Kamboja.

"Pelaku mengaku diperintah Sungap untuk mengambil paket berisi narkoba yang dikirim oleh teman dari Sungap," tambah Putera.

GAS diperintahkan oleh Sungap untuk mengambil paket yang dikirimkan 'Bang Gogon' dari Medan. GAS sendiri mengaku tidak mengenal Bang Gogon tersebut.
Kini GAS dan barang buktinya dibawa ke kantor BNNP Bali untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman oleh penyidik.



(nor/nor)









Hide Ads
LIVE