Wall Climbing Bertaraf Internasional Bakal Dibangun di Buleleng

Sui Suadnyana, Wijaya Kusuma - detikBali
Minggu, 02 Agu 2026 16:45 WIB
Foto: Survei lapangan rencana pembangunan wall climbing bertaraf internasional di kawasan Taman Asri Banyuasri, Buleleng, Minggu (2/8/2026). (Dok. KONI Buleleng)
Buleleng -

Wall climbing atau dinding buatan untuk panjat tebing bertaraf internasional bakal dibangun di Buleleng, Bali. Gubernur Bali, Wayan Koster, memilih Buleleng sebagai lokasi pembangunan wall climbing sebagai bagian dari pengembangan sport tourism di kabupaten paling utara Pulau Dewata.

Pembangunan wall climbing kini memasuki tahap persiapan. Langkah awal dilakukan survei lapangan di kawasan Taman Asri Banyuasri, Buleleng, Minggu (2/8/2026). Hasil peninjauan akan menjadi dasar penentuan lokasi pembangunan yang ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027.

Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali, Putu Yudi Atmika, mengatakan pembangunan wall climbing sebagai apresiasi atas prestasi atlet asal Buleleng, Desak Made Rita Kusuma Dewi. Desak Rita telah mengharumkan nama Indonesia, Bali, dan Buleleng di berbagai ajang internasional. Prestasi tersebut menjadi motivasi sekaligus mendorong lahirnya fasilitas latihan berstandar internasional di Bali.

"Kami berterima kasih kepada atlet kita Desak Made Rita Kusuma Dewi yang sudah mengharumkan nama Indonesia, Bali, dan Kabupaten Buleleng. Atas prestasi itu, kami mendapat motivasi dari Bapak Gubernur untuk melanjutkan semangat pembinaan atlet melalui pembangunan wall panjat tebing bertaraf internasional," kata Yudi di sela-sela survei lokasi.

Yudi menuturkan wall climbing awalnya direncanakan dibangun di Badung atau Denpasar. Namun, menurut Yudi, Koster menginginkan sport tourism berkembang di Buleleng sehingga Pengprov FPTI Bali diminta untuk meninjau sejumlah lokasi.

Yudi menilai Buleleng memiliki karakter alam yang mendukung konsep pembangunan venue panjat tebing kelas dunia. Keberadaan perbukitan, kontur tanah berundak, serta kedekatan dengan kawasan wisata menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki banyak daerah lain di Bali.

"Harapannya, venue ini tidak hanya dipakai untuk kejuaraan, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan sport tourism sehingga mampu menarik wisatawan dan mendukung pemerataan pembangunan Bali utara," ujar Yudi.

Kebutuhan anggaran pembangunan wall climbing, ungkap Yudi, diperkirakan mencapai Rp 10 miliar. Anggaran itu mencakup pembangunan wall untuk nomor speed, boulder, dan lead beserta seluruh perlengkapannya sesuai standar internasional.

Yudi menargetkan proses pembangunan dapat dipercepat agar venue sudah bisa dimanfaatkan menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali serta menjadi persiapan menyambut berbagai kejuaraan internasional.



Simak Video "Video: UKP Zita Anjani Berharap Sport Tourism Dapat Dongkrak Ekonomi "


(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB