Keluarga bersedia untuk mengautopsi jenazah pria bernama Yanto Kristo Benu (32). Yanto sebelumnya ditemukan tak bernyawa di Wilma Penginapan 1, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (3/8/2026) malam.
"Setelah kami berembuk, Bapak bilang alangkah baiknya jenazah diautopsi saja supaya bisa tahu penyebab kematiannya," ujar adik kandung korban, Yohanis Imanuel Benu (22), diwawancarai di lokasi, Selasa (4/8/2026) dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yohanis menjelaskan selama ini sang kakak sama sekali tak menginap di penginapan maupun hotel. Dia hanya sering pesta minuman keras (miras) bersama teman-temannya.
"Tapi habis itu dia langsung pulang kembali ke rumahnya," tutur Yohanis.
Menurut Yohanis, Yanto sudah memiliki dua orang anak, tetapi belum menikah secara agama. Di lain sisi, selama ini pasangannya merupakan aparat Desa Nasi, Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
"Tadi juga baru istrinya datang setelah dapat kabar kejadian ini. Selama ini mereka belum menikah, tetapi sudah punya dua orang anak," terang Yohanis.
Dia berharap penyebab kematian kakaknya bisa diungkap secara terang benderang agar keluarga juga bisa mendapat kepastian hukum yang jelas.
Kasi Humas Polres Kupang Ipda Lalu Randy Hidayat mengatakan jenazah tersebut sudah diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uli Kupang hari ini.
"Sudah dilakukan autopsi. Sebab (penyebab) kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium," kata Randy.
Diberitakan sebelumnya, polisi mengungkap fakta baru dalam kasus tewasnya Yanto Kristo Benu. Sebelum ditemukan meninggal di dalam kamar, Yanto diketahui sempat check in bersama seorang perempuan yang kini masih didalami identitasnya.
"Dari keterangan sementara, memang dengan teman perempuan yang ikut masuk saat pemesanan kamar," ujar Kasatreskrim Polres Kupang AKP Helmi Wildan saat diwawancarai di lokasi, Selasa (4/8/2026).
Wildan mengatakan perempuan tersebut belum diketahui identitasnya karena tidak tercatat dalam daftar check in penginapan. Berdasarkan keterangan saksi, perempuan itu juga disebut tidak menginap.
"Berdasarkan keterangan-saksi tadi, perempuan tersebut tidak menginap dan kami masih dalami," ungkap Wildan.
Yanto terakhir berkomunikasi dengan keluarganya pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 13.00 Wita. Saat meninggalkan rumahnya di Jalan Beringin, Kelurahan Lasiana, Kota Kupang, Yanto mengendarai sepeda motor Honda Beat merah berpelat DH 6089 CN.
Sejak itu, Yanto tidak lagi merespons saat dihubungi keluarganya hingga Minggu (2/8/2026) malam. Karena khawatir, keluarga kemudian melaporkan Yanto hilang ke Polresta Kupang Kota pada Senin (3/8/2026) dini hari.
"Komunikasi terakhir dengan keluarga itu sekitar jam 1 siang hari Sabtu itu," tutur Wildan.