detikBali

Nelayan di Klungkung Libur Melaut 3 Bulan gegara Cuaca Buruk-Sulit Beli BBM

Terpopuler Koleksi Pilihan

Nelayan di Klungkung Libur Melaut 3 Bulan gegara Cuaca Buruk-Sulit Beli BBM


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Sejumlah nelayan di pesisir Pantai Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Klungkung, Bali, Kamis (30/7/2026). (Foto: Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Sejumlah nelayan di pesisir Pantai Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Klungkung, Bali, Kamis (30/7/2026). (Foto: Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Tiga bulan sudah para nelayan di Desa Pesinggahan, Klungkung, Bali, libur melaut. Selain karena faktor cuaca, mereka mengaku kesulitan membeli bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

"Sudah tiga bulan ini kami libur karena cuaca begini. Kalau dipaksa melaut juga sulit dapat ikan," kata Wayan Gede Sukadana, seorang nelayan saat ditemui detikBali di pesisir Pantai Gowa Lawah, Kamis (30/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gelombang tinggi, angin kencang disertai hujan yang tak menentu, mengharuskan para nelayan yang mangkal di Pantai Goa Lawah ini kehilangan pemasukan. Beberapa dari mereka pernah mencoba nekat menerjang gelombang tinggi. Ujung-ujungnya mereka pulang dengan jala kosong.

Selain mengeluarkan ongkos tenaga turun naik kapal, Sukadana mengaku mengalami kerugian terbesar dari BBM. Dalam sekali melaut, ia bisa menghabiskan 15-20 liter BBM.

ADVERTISEMENT

"Sekali beli itu Rp 150 ribu. Jadi hitungannya kerugian sekitar itu. Ditambah biaya tenaga," kata Sukadana.

Di sisi lain, Sukadana mengeluhkan lamanya proses pengurusan surat pembelian BBM subsidi. Diketahui, masa berlaku surat yang hanya tiga bulan dan berlaku untuk satu terminal pengisian atau SPBU.

"Kadang lama jadinya. Ditambah lagi berlakunya untuk satu SPBU," terang Sukadana.

Lantaran berbulan-bulan tak bisa melaut, para nelayan di sana terpaksa beralih pekerjaan demi memastikan asap dapur tetap mengepul. Selain itu, mereka juga terpaksa meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pantauan detikBali di pesisir Pantai Goa Lawah Kamis pagi, beberapa nelayan tampak terduduk lesu memandang langit mendung dan gelombang yang tak bersahabat. Sukadana berharap pemerintah bisa memberikan bantuan berupa sembako untuk nelayan di pesisir pantai berpasir hitam itu.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads