Dipantau Gakkum DLHK, Pengosohan 300 Ton Sampah TPS 3R Sempidi Dikebut

Agus Eka Purna Negara - detikBali
Rabu, 29 Jul 2026 11:01 WIB
Foto: Ekskavator mengangkut tumpukan sampah di TPS Sempidi, Kecamatan Mengwi setelah didesak DLHK Badung agar tidak timbulkan bau, Selasa (28/7/2026). (Agus Eka/detikBali)
Badung -

Pengelola mengebut pengosongan tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) Bumi Resik Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, Selasa (28/7/2026). Pengangkutan dipantau langsung bagian penegak hukum (Gakkum) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung memastikan pembersihan berjalan sesuai target.

Pantauan di lokasi, satu unit ekskavator tampak sibuk mengeruk tumpukan sampah untuk dimuat ke dalam armada truk yang mengantre. Sampah dalam kondisi basah setelah diguyur hujan deras, sehingga menimbulkan aroma bau menyengat di sekitar area TPS 3R.

"Tempat ini harus kami kosongkan dulu sampahnya. Nanti setelah kosong, baru kami bisa isi dengan mesin-mesin yang memang dibutuhkan untuk pengelolaan TPS 3R," kata Penyarikan Desa Adat Sempidi sekaligus Pengawas Hejoteck di TPS 3R Sempidi, I Gusti Ngurah Martapan, di lokasi, Selasa (28/7/2026).

Pembersihan lahan ini dilakukan agar area TPS 3R dapat kembali digunakan secara optimal untuk mengolah sampah warga setempat. Pengelola menargetkan seluruh tumpukan sampah lama sirna sebelum alat pengolah dipasang.

"Kalau dari DLHK Badung meminta kami paling cepat 10 hari harus (kosong). Mudah-mudahan estimasi itu bisa kami penuhi. Yang jelas tiap hari kami angkut. Alat berat dan truk-truk sampah ini dari Hejoteck yang sewa," ujar Martapan.

Proses pengangkutan sampah di TPS 3R Sempidi telah berlangsung selama lebih dari lima hari sejak rapat bersama DLHK, 21 Juli lalu. Setiap harinya, sekitar 18-20 truk dikerahkan bergelombang memindahkan total sampah 300 ton dari lokasi tersebut.

"Pertama ada sampai 23 truk, terus besoknya 18 truk, besoknya lagi 16, dan sekarang ini sudah jalan 16 truk. Kalau estimasi, kira-kira sampah yang ada di sini sampai 300 ton," tutur Martapan.

Setelah seluruh area bersih dari tumpukan sampah lama, pengelola berencana memasukkan unit mesin pengolah baru. Mesin tersebut nantinya akan difungsikan untuk memproses sampah organik maupun anorganik hasil produksi rumah tangga warga Kelurahan Sempidi.

"Rencananya mendatangkan mesin-mesin untuk mengolah sampah yang ada, baik organik maupun anorganik. Kalau tempat ini sudah bisa kosong, langsung kita datangkan mesinnya," ungkap Martapan.

Langkah pengosongan ini juga menjadi bagian dari pembenahan internal setelah sempat muncul kendala operasional dan dinamika di lapangan. Pengelola menegaskan telah mengantongi komitmen bersama para pekerja agar aktivitas pengelolaan sampah ke depan tidak lagi terhambat.

Sebelumya DLHK Badung sempat memanggil pengelola TPS3R Bumi Resik Kelurahan Sempidi dan pihak Desa Adat Sempidi untuk mengurai tumpukan sampah yang tidak terolah. Penanganan sampah di kawasan tersebut mangkrak hingga memicu polemik pencemaran lingkungan.

DLHK Badung saat itu mendesak vendor PT Hejotech yang mengelola TPS 3R Sempidi mengambil langkah jangka pendek mengevakuasi sampah yang tak diolah. Kadis LHK Badung, Made Rai Warastuthi menyebut, rekomendasi yang dikeluarkan berupa evakuasi sampah dilakukan dalam waktu 15 hari.

"Jika tidak ada penanganan dalam waktu sesuai rekomendasi, akan ada tindakan tegas. Sanksi juga berupa rekomendasi untuk penghentian operasional," tegas Warastuthi.

CEO PT Hejotech, Rina Aprili Soma, menyebut sekitar 20 unit truk dikerahkan setiap hari mengevakuasi tumpukan sampah hingga 300 ton. Pihak vendor juga menjajaki kerja sama pengiriman sampah organik untuk sementara ke fasilitas pengolahan milik swasta guna mempercepat pengosongan area TPS3R sementara waktu.

"Kami akan melakukan pengambilan sampah dengan unit truk buang kurang lebih 20 per harinya. Selebihnya, yang anorganik tetap ke Suwung," kata Rina.



Simak Video "Video: 'Revolusi Pengelolaan Sampah' ala Walkot Solo Respati Ardi"

(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork