detikBali

Laut Kaspia Memanas, Iran Ancam Balas Ukraina

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Laut Kaspia Memanas, Iran Ancam Balas Ukraina


Yulida Medistiara - detikBali

Iranian flags and photographs honoring people killed in Iran are displayed on the National Mall near the U.S. Capitol as part of a demonstration organized by activists who support regime change by the people of Iran, in Washington, D.C., U.S., June 20, 2025. REUTERS/Kevin Mohatt
Bendera Iran. (Foto: REUTERS/Kevin Mohatt)
Denpasar -

Iran mengancam akan membalas setelah salah satu kapal dagangnya diserang di Laut Kaspia pada Sabtu (25/7). Teheran menuding Ukraina berada di balik serangan yang menewaskan seorang pelaut dan melukai seorang lainnya.

Dilansir dari detikNews, Minggu (26/7/2026), pemerintah Iran menegaskan tidak akan membiarkan insiden tersebut tanpa respons. Berdasarkan laporan kantor berita resmi IRNA, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan itu menyebabkan kapal meledak, menewaskan satu pelaut dan melukai yang lain.

Tuduhan tersebut muncul setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Kyiv telah melancarkan serangan jarak jauh di Laut Kaspia terhadap kapal-kapal yang terlibat dalam pengangkutan kargo militer yang melibatkan Iran. Pernyataan itu sekaligus menandai meluasnya dimensi internasional dalam perang Rusia-Ukraina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iran menegaskan Republik Islam tidak pernah campur tangan dalam konflik antara Rusia dan Ukraina", tegasnya.

ADVERTISEMENT

Dinas Intelijen Ukraina (SBU) melalui Telegram melaporkan pesawat tak berawak menyerang kapal kargo yang dikenai sanksi internasional dan digunakan untuk mengangkut kargo militer antara Iran dan Rusia".

Menurut televisi pemerintah Iran, Kementerian Luar Negeri memanggil kuasa usaha Ukraina di Teheran pada Sabtu untuk menyampaikan protes atas tindakan permusuhan dan kriminal.

Dalam pembicaraan dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyerukan tanggapan tegas dari Uni Eropa dan Dewan Keamanan PBB terhadap serangan tersebut.



(dpw/dpw)









Hide Ads