Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar berencana membuka formasi CPNS di sektor pendidikan akibat kekurangan tenaga pengajar. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, saat menghadiri rapat kerja membahas rancangan KUA-PPAS APBD di DPRD Denpasar.
"Pemerintah pusat melalui Menpan-RB membuka formasi CPNS sektor pendidikan dan kesehatan. Tetapi dengan memperhatikan berbagai kemampuan fiskal kita, kita sepakat hanya menerima formasi guru," jelas Eddy Mulya, Kamis (23/7/2026).
Rencana pembukaan CPNS untuk tenaga pendidik, tutur Eddy Mulya, dilakukan untuk mengisi kekosongan pengajar, mengingat banyak guru sudah memasuki purna tugas maupun sudah pensiun.
"Karena kebutuhan guru kita sangat mendesak dan banyak guru-guru PNS yang sudah purna tugas. Sehingga kota mengadakan formasi guru sejumlah 321 orang," imbuh Eddy Mulya.
Jika proses berjalan baik, pembukaan tenaga kerja guru dibuka saat pembukaan CPNS 2027. "Oleh karena demikian, pasti ada konsekuensi dengan APBD kita," terang Eddy Mulya.
Pemkot Denpasar berencana menambah guru sebesar 321 orang. Menurut Eddy Mulya, sesuai perhitungan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Denpasar, dibutuhkan anggaran Rp 12 miliar untuk CPNS pada 2027.
"Ini memang belum diakomodasi di APBD. (Namun), ini juga menjadi kualitas, bagaimana nanti kita akan menjadi tambahan," jelas Eddy Mulya.
Simak Video " Video ASN Gresik Terseret Kasus Penipuan CPNS, Polisi Turun Tangan "
(hsa/hsa)