detikBali

Pencarian Nelayan yang Hilang di Pantai Saba Dihentikan

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Pencarian Nelayan yang Hilang di Pantai Saba Dihentikan


Sui Suadnyana, Aryo Mahendro - detikBali

Pencarian hari terakhir nelayan tenggelam di Pantai Saba oleh tim SAR gabungan, Kamis (23/7/2026). Pencarian terakhir dilakukan di Pantai Lebih. (Dok Pemkab Gianyar)
Foto: Pencarian hari terakhir nelayan tenggelam di Pantai Saba oleh tim SAR gabungan, Kamis (23/7/2026). Pencarian terakhir dilakukan di Pantai Lebih. (Dok Pemkab Gianyar)
Pantai Saba -

Pencarian terhadap nelayan bernama I Nyoman Darin (51) yang hilang di Pantai Saba, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, disetop. warga Banjar Lebih Beten Kelod, Kecamatan Gianyar, itu sebelumnya hilang saat mancing dan perahunya terdampar di Pantai Saba.

"Operasi pencarian terhadap nelayan asal Desa Lebih, I Nyoman Darin, yang dilaporkan hilang saat melaut, resmi dihentikan," kata Koordinator Lapangan Basarnas Denpasar, Dudi Librana Yudana, dalam siaran pers, Kamis (23/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dudi mengatakan pencarian terhadap Darin sudah dilakukan sejak dilaporkan hilang dan perahunya terdampar di Pantai Saba. Puluhan petugas dari unsur SAR Denpasar, SAR Polda Bali, polairud, Polsek Sukawati, BPBD Gianyar, kelompok nelayan, bantuan helikopter dari FlyBali, sudah dikerahkan.

Sejumlah peralatan dan kendaraan air lain untuk mencari Darin juga sudah dikerahkan. Namun, hasilnya nihil. Tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan Darin semenjak hilang saat memancing ikan di laut.

ADVERTISEMENT

Area pencarian meliputi laut dan di sejumlah bibir pantai, mulai dari Pantai Saba ke Pantai Lebih. Kemudian, pencarian juga dilakukan di Pantai Lembeng hingga Pantai Jumpai, Klungkung. Area pencarian lalu diperluas ke perairan lepas berdasarkan analisis arus dan titik dugaan hilangnya korban.

Upaya pencarian darat juga dilakukan. Tim darat melaksanakan penyisiran secara sistematis di sepanjang garis pantai ke arah timur dan barat sejauh kurang lebih tiga kilometer (km) dari lokasi awal kejadian guna mencari kemungkinan keberadaan korban maupun petunjuk lainnya.

"Namun hingga berakhirnya masa operasi, korban belum berhasil ditemukan sehingga Operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup," terang Dudi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, mengatakan seluruh upaya pencarian dilaksanakan sesuai prosedur operasi SAR. Seluruh unsur yang tergabung dalam Tim SAR gabungan.

"Selama tujuh hari pelaksanaan operasi, seluruh personel telah mengerahkan kemampuan dan sumber daya secara maksimal melalui pencarian di laut, penyisiran di sepanjang pesisir, hingga pemantauan udara," kata Dibya.

Meski dihentikan, BPBD Gianyar, Basarnas, dan seluruh instansi terkait tetap melakukan pemantauan. Koordinasi dengan nelayan, Balawista, pemerintah desa, dan masyarakat pesisir terus dilakukan jika terdapat informasi baru mengenai keberadaan korban.

"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan atas dedikasi, kerja sama, dan semangat kemanusiaan yang ditunjukkan selama operasi berlangsung. Kepada keluarga korban, kami turut prihatin dan berharap tetap tabah serta terus berdoa,"

"Apabila ada informasi baru, kami siap melakukan tindak lanjut sesuai mekanisme yang berlaku," jelas Dibya.



(hsa/hsa)











Hide Ads