Internasional

Houthi Ancam Serang Kapal yang Berlabuh di Pelabuhan Arab Saudi

Novi Christiastuti - detikBali
Rabu, 22 Jul 2026 13:02 WIB
Timur Tengah Memanas, Houthi Bidik Jalur Dagang Dunia. (Foto: DW (News)
Denpasar -

Kelompok Houthi di Yaman mengancam akan menyerang kapal-kapal yang memuat atau membongkar muatan di pelabuhan Arab Saudi. Ancaman itu disampaikan langsung kepada perusahaan-perusahaan pelayaran menyusul deklarasi blokade laut terhadap Saudi.

Peringatan terbaru dari Houthi itu, seperti dilansir detikNews, Rabu (22/7/2026), disampaikan melalui email yang dikirim kepada perusahaan-perusahaan pelayaran terkait.

Houthi sebelumnya, pada Senin (20/7), mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Langkah itu membuka potensi front baru ketika Amerika Serikat (AS) sedang berkonflik dengan Iran, sekaligus meningkatkan ancaman terhadap pasokan energi global dan perdagangan di luar kawasan Teluk.

"Kapal-kapal dilarang memuat atau membongkar muatan di atau dari pelabuhan-pelabuhan mana pun di Saudi," demikian bunyi email Houthi tertanggal 20 Juli tersebut, yang diterima oleh sejumlah perusahaan pelayaran.

"Kami sangat menyarankan perusahaan Anda untuk melakukan uji tuntas dan sangat berhati-hati dalam segala aktivitasnya," imbuh isi email yang dikirimkan oleh Pusat Koordinasi Operasi Kemanusiaan Houthi (HOCC) yang berbasis di Sanaa, Yaman tersebut.

Menurut email tersebut, ketentuan baru mulai berlaku pada Selasa (22/7) pukul 12.01 GMT.

"Setiap aktivitas semacam itu akan membuat kapal-kapal yang melanggar terkena sanksi," tegas Houthi dalam emailnya.

"Selanjutnya, mereka mungkin menjadi sasaran di lokasi mana pun dalam jangkauan operasional Angkatan Bersenjata Yaman," kata Houthi memperingatkan, dengan menyebut pasukan militernya sebagai 'Angkatan Bersenjata Yaman'.

Blokade laut yang diberlakukan Houthi berarti menutup gerbang masuk di bagian selatan Laut Merah. Langkah itu berpotensi menutup jalur alternatif penting bagi Arab Saudi selain Selat Hormuz, sekaligus memperbesar kekhawatiran terhadap pasokan energi dan perdagangan global.

Lalu lintas pelayaran di Laut Merah juga belum sepenuhnya pulih sejak Houthi melancarkan serangkaian serangan di lepas pantai Yaman pada November 2023. Saat itu, mereka mengklaim aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina yang digempur Israel di Jalur Gaza.

Otoritas Arab Saudi telah mengecam keras pengumuman blokade laut oleh Houthi. Riyadh juga bersumpah akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk melindungi kapal-kapal mereka.



Simak Video "Video: Houthi Serang Israel dengan Drone"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB