detikBali

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Fokus Berobat Jantung

Terpopuler Koleksi Pilihan

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Fokus Berobat Jantung


Rolando Fransiscus Sihombing - detikBali

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menyapa wartawan sebelum konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Konferensi pers tersebut  memperkenalkan dua Wakil Kepala BGN yang baru Agustina Arumsari bersama Mayjen TNI Trenggono dan menyampaikan perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 dimulai dari mengoptimalkan efisiensi anggaran. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/sgd
Nanik S Deyang. (Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
Denpasar -

Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Ia memutuskan mundur untuk menjalani pengobatan penyakit jantung.

"Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," kata Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, di akun Instagram, Rabu (22/7/2026).

Dirgayuza mengaku telah mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014. Menurutnya, Nanik merupakan sosok yang selalu peduli terhadap kehidupan masyarakat kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lebih dari satu dekade saya melihat satu hal yang tidak pernah berubah darinya: ia tidak bisa diam ketika melihat rakyat menghadapi ketidakadilan dan kesulitan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dirgayuza juga mengungkapkan Nanik pernah menyampaikan kasus BMI Wilfrida Soik kepada Presiden Prabowo Subianto. Setelah itu, Wilfrida mendapat pembelaan dari ancaman hukuman mati di Malaysia.

"Bu Nanik pula yang mengusulkan program becak listrik untuk para pengayuh becak lanjut usia," imbuhnya.

Nanik Pamit kepada Prabowo

Nanik mengatakan telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri.

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu ( 22/7) saya berangkat," kata Nanik dalam unggahan di akun Facebook resminya, Rabu (22/7/2026).

"Ini bukan karena tidak percaya dokter yg hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju," sambungnya.

Nanik mengatakan pengunduran dirinya telah disetujui Presiden Prabowo. Namun, ia mengaku tetap diminta mengawal pelaksanaan program prioritas tersebut sebagai ketua dewan pengawas yang akan dibentuk.

"Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," papar Nanik.

"Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas dimana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa yg penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut)," jelasnya lagi.

Klaim Perbaikan di BGN

Nanik mengatakan meski masa jabatannya sebagai Kepala BGN tidak lama, dirinya telah meletakkan dasar-dasar perbaikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya dengan mengganti lima pejabat eselon I yang berasal dari lima kementerian/lembaga.

"Dengan diambil dari berbagai Kementerian dan lembaga maka ke depan BGN akan diisi oleh orang-orang profesional di bidangnya," jelasnya.

Ia mengatakan saat ini juga telah dibentuk 11 tim untuk melakukan reformasi total di BGN. Mulai dari tim refocusing untuk memastikan lebih dari 62 juta penerima manfaat tepat sasaran.

Selain itu, terdapat tim evaluasi untuk 27.877 SPPG yang telah beroperasi karena tidak semua SPPG memenuhi syarat sesuai petunjuk teknis. Kemudian ada tim program MBG di kawasan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang sebagian besar masih sulit dijangkau transportasi umum. Selain itu, terdapat pula tim efisiensi dan tim lainnya.

"Insyallah pengganti saya adalah 'adik saya' dimana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang," tulis Nanik.



(dpw/dpw)











Hide Ads