detikBali

Dua Kapal Tanker Meledak saat Melintas di Selat Hormuz

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Dua Kapal Tanker Meledak saat Melintas di Selat Hormuz


Novi Christiastuti - detikBali

This frame grab taken from AFPTV video footage on July 12, 2026 shows a cargo ship anchoring near the Strait of Hormuz off the eastern coast of the United Arab Emirates at Khor Fakkan. Tehran announced it was closing the Strait of Hormuz on July 12 and launched missiles and drones at its Gulf neighbours, in retaliation for new US strikes following an attack by Iranian forces on a merchant vessel that was abandoned in flames by its crew. (Photo by AFPTV / AFP) / Attention editors: AFP covers the war in the Middle East through its extensive regional network, including bureaus in Tehran, Jerusalem and several neighboring countries.Since the start of the conflict, journalists have been working under increasingly restrictive conditions. Authorities in several countries have limited reporters movements, photo and live video coverage from sensitive locations. Some governments and armed groups have banned images of missile or drone strikes and other security-related sites. /
Selat Hormuz. Foto: AFP/-
Denpasar -

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeklaim dua kapal tanker minyak meledak saat melintasi bagian selatan Selat Hormuz pada Senin (20/7/2026) dini hari waktu setempat. Menurut IRGC, kedua kapal tersebut kini tidak dapat melanjutkan pelayaran.

Dilansir detikNews, IRGC menyebut kapal-kapal itu memasuki jalur pelayaran yang dianggap tidak aman atas tekanan militer Amerika Serikat (AS).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam keterangannya, IRGC menyebut awalnya ada empat kapal yang mengabaikan peringatan Iran dan tetap melintasi jalur tersebut. Dua kapal kemudian berbalik arah, sedangkan dua kapal lainnya tetap melanjutkan pelayaran hingga dilaporkan mengalami ledakan.

IRGC juga memperingatkan bahwa Selat Hormuz tidak akan menjadi jalur yang aman bagi kapal pengangkut minyak, gas, maupun pupuk selama apa yang mereka sebut sebagai "agresi Amerika Serikat" masih berlangsung di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Kapal-kapal yang terpengaruh oleh kata-kata pihak Amerika dan memasuki rute yang tidak aman, pasti akan mengalami kecelakaan," tegas IRGC dalam peringatannya.

Lebih lanjut, IRGC mengatakan bahwa militer AS harus bersiap untuk menghadapi pembalasan atas apa yang mereka sebut sebagai "pelanggaran ilegal" ini. Asal negara dan nama kapal yang dilanda insiden itu tidak diketahui secara jelas.

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) sebelumnya mengatakan bahwa otoritas militer melaporkan sebuah kapal terbakar di perairan yang berjarak 8 mil laut, atau setara 14,8 kilometer, sebelah barat laut Kumzar, Oman. Penyebab kebakaran kapal itu belum dipastikan secara jelas.

Insiden ini terjadi saat ketegangan semakin meningkat di Selat Hormuz. Di mana Iran dan AS saling memperebutkan kendali atas jalur perairan strategis dan vital bagi pasokan minyak dan gas global tersebut.

Beberapa pekan terakhir, Teheran dan Washington kembali saling melancarkan serangan menyusul serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, yang diyakini didalangi oleh Iran.

Pasukan militer AS menggempur target-target Iran di darat dan lautan, sementara Teheran membalas dengan menargetkan pangkalan militer Washington yang ada di negara-negara Teluk.

Pertempuran yang kembali berkobar ini menggagalkan kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan.

Baca selengkapnya di detikNews



(nor/nor)










Hide Ads