Turnamen Esports Kapolda Bali Cup 2026 baru saja selesai digelar. Tim perwakilan Polresta Denpasar keluar sebagai juara dan berhak mewakili Bali di ajang Esports Kapolri Cup.
Wakapolda Bali, Brigjen I Made Astawa, mengungkapkan tingginya antusiasme anak muda terhadap ajang olahraga elektronik tersebut. Sebanyak 155 tim dari kabupaten/kota di Bali mengikuti tahapan seleksi hingga menghasilkan 27 tim yang berlaga di Kapolda Bali Cup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami hadir di sini untuk mendekatkan diri kepada generasi muda agar mereka berprestasi, berinovasi, dan mempunyai kebanggaan ke depan sebagai anak muda," kata Astawa saat ditemui di sela-sela partai final Esports Kapolda Cup di Gedung Presisi Polda Bali, Minggu (19/7/2026).
Astawa berharap menjelaskan Kapolda Bali Cup digelar untuk memberikan wadah prestasi bagi anak muda. Kompetisi itu berlangsung selama dua hari sejak Sabtu (18/7). Pada pertandingan final cabang Mobile Legends, tim Polresta Denpasar sukses menaklukkan perlawanan dari tim Polres Klungkung.
Wakil Ketua Kapolri Cup E-sports, Brigjen Ahmad Yusep Gunawan, menyambut perwakilan Bali untuk berkompetisi di tingkat nasional nanti. Gunawan mengatakan ajang Kapolri Cup juga akan melibatkan Pengurus Besar Esports Indoesia (PBESI) dan Indonesia Esports Association (IESPA).
Tim Polresta Denpasar yang keluar sebagai juara pada cabang Mobile Legends selanjutnya akan bertarung dalam Esports Kapolri Cup yang digelar pada Agustus mendatang. Mereka menargetkan bisa memenangkan kompetisi tingkat nasional tersebut.
"Kami mungkin lebih keras lagi latihan untuk menjadi juara di nasional," kata perwakilan tim Polresta Denpasar, Romi.