SMAN 1 Marga kembali menerima jumlah siswa baru yang minim pada tahun ajaran 2026/2027. Dari 12 rombongan belajar (rombel) yang disiapkan, sekolah tersebut hanya menerima 45 siswa. Jumlah itu hanya bertambah satu orang dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 44 siswa.
Kepala SMAN 1 Marga I Wayan Dedi Armana saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026), mengatakan 45 siswa baru tersebut terbagi ke dalam dua rombongan belajar (rombel), masing-masing berisi 22 dan 23 siswa.
"Total ada 45 siswa yang terbagi dalam dua rombel. Tahun ini naik satu orang dibandingkan tahun lalu," ujar Dedi Armana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dedi Armana menilai minimnya jumlah siswa baru setiap tahun dipengaruhi fenomena masyarakat yang lebih memilih menyekolahkan anak ke sekolah kejuruan. Kondisi tersebut, menurutnya, sudah terjadi dalam dua tahun terakhir sehingga setiap angkatan hanya terisi dua rombel.
Menurut Dedi Armana, rendahnya serapan siswa baru tidak hanya terjadi di SMAN 1 Marga, tetapi juga dialami sejumlah SMA negeri di Kecamatan Baturiti, Kerambitan, dan Penebel.
"Animo masyarakat saat ini lebih banyak memilih sekolah kejuruan. Kondisi serupa juga dialami SMA negeri di Kecamatan Baturiti, Kerambitan, hingga Penebel, jadi bukan hanya terjadi di SMAN 1 Marga," jelasnya.
Meski jumlah siswa baru relatif sedikit, pihak sekolah memastikan proses pembelajaran tetap berjalan efektif. Saat ini, SMAN 1 Marga didukung 32 tenaga pengajar. Dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekolah tidak hanya mengenalkan lingkungan belajar kepada peserta didik baru, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter.
Pada MPLS tahun ini, sekolah menggelar bakti sosial dan persembahyangan bersama di Pura Luhur Serijong, Kecamatan Selemadeg, sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.
"Kami tetap mengedepankan pendidikan karakter melalui berbagai kegiatan selama MPLS. Sehingga siswa tidak hanya mendapatkan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga pembentukan sikap dan nilai-nilai positif," tutup Dedi Armana.
(dpw/dpw)