detikBali

Disdik Soroti Kepsek soal Twibbon MPLS Vulgar Siswi SMK PGRI 5 Denpasar

Terpopuler Koleksi Pilihan

Disdik Soroti Kepsek soal Twibbon MPLS Vulgar Siswi SMK PGRI 5 Denpasar


Rizki Setyo Samudero - detikBali

Kadisdikpora Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, saat ditemui di kantornya, Rabu (4/3/2026). (Hani Sofia Muthmainnah/detikBali)
Foto: Kadisdikpora Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia. (Foto: Hani Sofia Muthmainnah/detikBali)
Denpasar -

Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bali menyoroti peran Kepala SMK PGRI 5 Denpasar setelah twibbon Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang menampilkan foto sejumlah siswi dinilai vulgar viral di media sosial. Disdikpora menilai persoalan tersebut menjadi tanggung jawab manajemen sekolah, terutama kepala sekolah.

"Titik penguatannya adalah di manajemen sekolah, di kepala satuan pendidikan yaitu kaseknya. Kaseknya karena wajah sekolah dengan kualitas dan kompetensi kaseknya," kata Kadisdikpora Bali Ida Bagus Gde Wesnawa Punia kepada detikBali, Selasa (14/7/2026).

Menurut Wesnawa, pendekatan pembinaan di setiap sekolah memang berbeda. Namun, sekolah tetap harus mengoptimalkan pembinaan karakter peserta didik sesuai dengan kondisi masing-masing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Misalnya di satuan PGRI apa di menengah swasta kayak begini, sudah barang tentu harus intensitas optimalisasi untuk pembinaan karakternya," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Wesnawa mengatakan Disdikpora memiliki pola dan data yang dapat digunakan untuk mengkaji berbagai persoalan di satuan pendidikan. Data tersebut menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, termasuk penggunaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam proses penerimaan peserta didik.

"Masyarakat kan sudah bisa melihat ekosistem satuan pendidikan yang terpola. Bukan kita memilah memisah-misahkan ya. Itu kan mekanisme pasar jadi anak-anak yang memiliki TKA lumayan standarnya lebih tinggi kan bergabung dalam ekosistem yang sama," beber Wesnawa.

Ia menyayangkan unggahan twibbon MPLS tersebut. Menurutnya, pembinaan karakter harus sejalan dengan upaya pemerintah menyukseskan visi Indonesia Emas 2045.

"Pola itu selaras dengan visi kita wujudkan SDM Bali Unggul. Sudah barang tentu saya sebagai Kepala Dinas menyusun langkah-langkah strategis untuk mempercepat capaian yang diharapkan," tuturnya.

Wesnawa juga menekankan yayasan memiliki peran penting dalam mengawasi satuan pendidikan di bawah naungannya. Ia menegaskan tidak ada pembedaan antara sekolah negeri dan swasta.

Sebelumnya, twibbon MPLS milik SMK PGRI 5 Denpasar menjadi sorotan setelah foto beberapa siswa baru dinilai tidak mencerminkan etika berpakaian karena dianggap terlalu terbuka.

Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Nuning Kurniawati mengatakan pihak sekolah telah melakukan penelusuran dan investigasi internal. Hasilnya, sejumlah siswi telah diberikan pembinaan dan diminta mengganti foto yang digunakan pada twibbon.

"Memang ada beberapa siswi itu yang (bertanya) 'kenapa emang ada ya aturannya?' Seperti itu, 'emang ada ini kalau seandainya saya nggak ganti seperti itu'. Jadi memang ini akan kami lakukan pemanggilan," ujar Nuning ditemui di SMK PGRI 5 Denpasar, Senin (13/7/2026).



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads