Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung menambah trase baru pada proyek Jalan Lingkar Barat yang mengarah langsung ke Universitas Udayana (Unud). Langkah ini diambil sebagai strategi memecah konsentrasi arus lalu lintas dan mencegah penumpukan kendaraan di kawasan Simpang Kali Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan.
"Ada penambahan trase lagi, dari yang tadinya akses dari Jimbaran menuju Uluwatu, kami nambah lagi menuju Unud. Itu supaya tidak menimbulkan sentralisasi di lingkar di Simpang Kali nantinya," kata Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, Senin (13/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsekuensi dari penambahan rute baru tersebut, kata Adi, membuat target penyelesaian fisik untuk proyek Jalan Lingkar Barat diproyeksikan mundur. Kendati demikian, Pemkab Badung memastikan pengerjaan proyek strategis ini terus berjalan seiring dengan dinamika pembebasan lahan di lapangan.
"Yang jelas 2026 untuk jalur Canggu dan Uluwatu, targetnya 2026 akhir ini sudah selesai. Untuk lingkar barat itu, tidak menutup kemungkinan akan sampai 2027 karena kebetulan ada penambahan trase lagi," sambung Adi Arnawa.
Pembangunan infrastruktur jalan ini dirancang demi menopang kenyamanan aksesibilitas sektor pariwisata di Bali, khususnya di Badung. Pemkab Badung juga menyampaikan apresiasi atas besarnya komitmen dan dukungan masyarakat yang terdampak pembebasan lahan.
"Saya harus harus menyampaikan terima kasih karena ternyata dari program ini, saya sudah melihat langsung beberapa rumah-rumah masyarakat yang sudah diberikan ganti untung kan. Ternyata tidak keberatanlah, sudah dibongkar," jelas Adi Arnawa.
Kejar Target Jalan Canggu-Uluwatu
Di sisi lain, Pemkab Badung tengah memprioritaskan percepatan pengerjaan dua ruas jalan utama pariwisata lain, yakni jalur Berawa menuju Umalas di Kuta Utara dan Uluwatu, Kuta Selatan. Pemkab Badung menargetkan kedua proyek tersebut dapat rampung sepenuhnya pada akhir 2026.
"Ini sedang on progress. Jalan lingkar barat, jalan akses Uluwatu ke Labuhan Sait, ke Melasti, termasuk juga dari Canggu, Berawa, dan beberapa jalan-jalan lain yang memang kami pandang strategis dan kami sudah lakukan. Sekarang sedang proses," mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Badung tersebut.
Proses pengerjaan infrastruktur ini diakuinya butuh waktu dan tahapan yang tidak instan, mulai dari pembiayaan hingga penataan di lapangan. Adi Arnawa meminta seluruh pihak tetap mendukung jalannya proyek ini demi kebaikan tata kelola transportasi Badung ke depan.
(hsa/hsa)