detikBali

Berkenalan dengan Mesin Pengolah Sampah Plastik Jadi BBM

Terpopuler Koleksi Pilihan

Berkenalan dengan Mesin Pengolah Sampah Plastik Jadi BBM


I Wayan Selamat Juniasa - detikBali

Get Plastic Indonesia menunjukkan proses pengolahan sampah plastik menjadi BBM di Museum Pustaka Lontar, Karangasem, Bali, Sabtu (20/6/2026). (Foto: I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)
Get Plastic Indonesia menunjukkan proses pengolahan sampah plastik menjadi BBM di Museum Pustaka Lontar, Karangasem, Bali, Sabtu (20/6/2026). (Foto: I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)
Karangasem -

Yayasan Get Plastic Indonesia memperkenalkan mesin pirolisis kepada publik melalui kegiatan bertajuk Sunrise Berkebun Sunset Melantun di Museum Pustaka Lontar, Desa Adat Dukuh Penaban, Karangasem, Bali. Mesin tersebut bisa mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Selain mengenalkan mesin pengolahan sampah plastik, kegiatan berkonsap kemping tersebut juga dirangkai dengan workshop, berkebun, nyurat lontar, hingga hiburan musik. Sunrise Berkebun Sunset Melantun berlangsung selama tiga hari hingga 21 Juni 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami fokus untuk riset dan inovasi mesin pirolisis yang bisa ubah sampah plastik jadi BBM. Kami ingin buktikan hari ini jika BBM yang kita hasilkan bisa digunakan," kata koordinator kegiatan, Raissa Kanaya, Sabtu (20/6/2026).

Raissa menuturkan plastik yang dapat diolah menjadi BBM harus dalam kondisi kering. Menurutnya, mesin pirolisis bisa mengolah sekitar 10 kilogram sampah plastik dalam sekali pengolahan. Butuh waktu sekitar dua jam untuk menghasilkan sekitar 10 liter BBM.

ADVERTISEMENT
Get Plastic Indonesia menunjukkan proses pengolahan sampah plastik menjadi BBM di Museum Pustaka Lontar, Karangasem, Bali, Sabtu (20/6/2026). (Foto: I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)Get Plastic Indonesia menunjukkan proses pengolahan sampah plastik menjadi BBM di Museum Pustaka Lontar, Karangasem, Bali, Sabtu (20/6/2026). (Foto: I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)

"Selain menghasilkan BBM, mesin tersebut juga bisa menghasilkan gas yang bisa langsung kita gunakan untuk masak air dan karbon hitamnya bisa digunakan untuk kerajinan seperti paving blok," ucap Raissa.

Adapun, BBM hasil pengolahan sampah plastik tersebut digunakan untuk menghidupkan genset saat acara hiburan berlangsung. Raissa menerangkan BBM yang dihasilkan dari mesin pirolisis tersebut tidak diperjualbelikan karena pihak Pertamina meminta agar harganya dijual lebih tinggi dari harga pasaran.

Walhasil, BBM berbahan sampah plastik itu hanya digunakan untuk anggota komunitas dan sejumlah petani. Raissa berharap ada pihak-pihak tertentu seperti desa atau kelompok masyarakat yang bersedia bekerja sama dalam pengolahan sampah.

"Kami sistemnya tidak jual beli mesin, tapi kerja sama dengan pihak lainnya," ujar Raissa.




(iws/iws)










Hide Ads