detikBali

Ratusan Masyarakat Desa Adat Bugbug Geruduk Polres Karangasem

Terpopuler Koleksi Pilihan

Ratusan Masyarakat Desa Adat Bugbug Geruduk Polres Karangasem


Sui Suadnyana, Selamat Juniasa - detikBali

Ratusan masyarakat Desa Adat Bugbug mendatangi Polres Karangasem untuk membuat laporan terkait dugaan perusakan toilet di area Pura Gumang, Minggu (7/6/2026) (Foto: Istimewa)
Foto: Ratusan masyarakat Desa Adat Bugbug mendatangi Polres Karangasem untuk membuat laporan terkait dugaan perusakan toilet di area Pura Gumang, Minggu (7/6/2026) (Foto: Istimewa)
Karangasem -

Ratusan masyarakat Desa Adat Bugbug menggeruduk Polres Karangasem, Minggu (7/6/2026). Kedatangan mereka untuk mendukung proses pelaporan terkait perusakan terhadap toilet di area Pura Gumang.

Ratusan masyarakat tampak membawa beberapa spanduk yang berisi pesan agar polisi menindak pelaku perusakan fasilitas umum di Pura Gumang. Kedatangan warga juga dijaga sejumlah personel polisi.

"Langkah hukum kami ambil karena bangunan yang dirusak merupakan fasilitas umum yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat desa," kata Kelian Desa Adat Bugbug, Nyoman Purwa Ngurah Arsana, Minggu (7/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arsana mengatakan toilet berfungsi untuk menunjang kenyamanan masyarakat ketika melakukan persembahyangan ke Pura Gumang. Namun, fasilitas itu justru dirusak orang. Oleh sebab itu, Arsana dan warga menempuh jalur hukum.

ADVERTISEMENT

Arsana berharap polisi mengusut kasus perusakan toilet di Pura Gumang secara profesional sehingga pelakunya dapat ditangkap.

Sementara itu, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Karangasem, Ipda I Nengah Artono, mengatakan ada dua kelompok massa dari Desa Adat Bugbug yang membuat laporan. Masing-masing kelompok terdiri atas ratusan orang.

"Kelompok yang datang pertama membuat laporan terkait adanya perusakan WC di area Pura Gumang," terang Artono.

Saat kelompok tersebut membubarkan diri, tak berselang lama, datang kelompok lain yang melaporkan pembangunan toilet di area Pura Gumang melanggar kesucian.

Saat kedua kelompok membuat laporan dengan membawa masa ratusan orang, puluhan polisi juga tampak melakukan penjagaan. "Pada intinya, kedua laporan tersebut kami terima dan akan ditindaklanjuti nantinya," ujar Artono.




(iws/iws)










Hide Ads