Bentrokan dua kelompok massa kembali pecah di Desa Adat Bugbug, Karangasem. Bentrokan terjadi saat salah satu kelompok hendak melakukan paruman (rapat), Minggu (25/1/2026). Namun, kelompok lain ingin menghalangi paruman tersebut.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Karangasem, Ipda I Nengah Artono, mengatakan salah satu kelompok dengan jumlah kurang lebih 50 orang hendak melakukan paruman bersama dengan prajuru desa. Kelompok tersebut berjalan sambil membawa pengeras suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kelompok lain dengan jumlah ratusan terlebih dahulu berkumpul di wantilan Desa Adat Bugbug untuk menghalangi paruman tersebut. Sempat terjadi adu argumentasi saat kedua kelompok bertemu hingga terjadi ketegangan.
"Kedua kelompok kemudian terlibat aksi saling dorong serta adu argumen dengan menggunakan pengeras suara," kata Artono, Senin (26/1/2026).
Saat terlihat saling dorong, polisi terus berupaya untuk melerai agar tidak terjadi gesekan yang lebih parah. Beruntung, setelah sempat terjadi aksi saling dorong, kedua kelompok kemudian menuju lokasi masing-masing.
Kelompok yang hendak melakukan paruman menuju ke Banjar Adat Puseh, sedangkan kelompok lain tetap berjaga di wantilan. Paruman yang dilakukan oleh salah satu kelompok berjalan lancar hingga selesai di Banjar Adat Puseh.
"Saat melakukan pengamanan, kami mengerahkan sebanyak 228 personel. Hingga saat ini beberapa personel tetap standby di wilayah tersebut untuk antisipasi kejadian serupa kembali terjadi," ujar Artono.
(hsa/hsa)










































