detikBali

3 Film Tentang Soekarno yang Wajib Ditonton di Bulan Bung Karno

Terpopuler Koleksi Pilihan

3 Film Tentang Soekarno yang Wajib Ditonton di Bulan Bung Karno


Arga Fahreza - detikBali

Film Soekarno
Foto: (dok.ist)
Denpasar -

Bulan Juni dikenal sebagai bulan kelahiran presiden pertama RI, Ir Soekarno. Salah satu cara memperingatinya adalah dengan menonton film yang berkisah tentang kehidupan Sang Proklamator.

Film menjadi media yang baik dalam memberikan hiburan dan pembelajaran. Dengan menonton film tentang Bung Karno, kita dapat menyelami kehidupan Bung Karno pada masa penjajahan hingga kemerdekaan.

Berikut ini 3 film yang bercerita tentang kehidupan Presiden Soekarno, simak selengkapnya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Soekarno (2013)

Film SoekarnoFilm Soekarno Foto: Dok. Ist

Film garapan Hanung Bramantyo ini bercerita tentang kehidupan Kusno muda yang kelak berganti nama menjadi Soekarno dan menjadi pemimpin besar di masanya. Film ini dimulai dengan penangkapan Soekarno oleh pemerintah Hindia Belanda tahun 1929, setelah itu jalan cerita berubah menjadi flasback.

ADVERTISEMENT

Kusno kecil yang tinggal bersama keluarganya, mengalami sakit berkepanjangan. Atas saran sesepuh desa, dilakukan prosesi ruwatan yang mengharuskan ia berganti nama. Dipilih nama Soekarno yang diambil dari tokoh Karna, seorang punggawa kerajaan Mahabharata. Soekarno muda mengenyam pendidikan yang layak karena bapaknya adalah seorang guru.

Sekolahnya dilanjutkan di Surabaya dengan menumpang tinggal di rumah HOS Tjokroaminoto. Di rumah itu pula ia berkenalan dengan berbagai anak muda yang sama-sama bersekolah, mereka yang tinggal di tempat itu akan menjadi tokoh-tokoh besar dalam sejarah Indonesia.

Masa muda Soekarno dijalankan dengan semangat berapi-api dan gagasan mengenai perlawanan terhadap penjajah. Soekarno sempat mendirikan Partai Nasional Indonesia yang membuatnya harus dipenjara.

Soekarno berkuliah di Teknik Sipil ITB dan Kota Bandung menjadi saksi pertemuan Bung Karno dengan Inggit Garnasih, induk semangnya ketika tinggal di Bandung. Hubungan mereka berkembang menjadi pasangan suami istri.

Pledoi yang terkenal dibacakan oleh Soekarno "Indonesia Menggugat" membuat dirinya dan keluarga diasingkan ke Bengkulu. Tempat barunya itu mempertemukan Soekarno dengan seorang perempuan yang bernama Fatmawati, juga kelak menjadi istrinya setelah Bung Karno bercerai dengan Inggit Garnasih.

Kemampuan Bung Karno yang kuat dalam berpidato membakar semangat rakyat, membuat Belanda gusar. Beberapa kali ia diasingkan ke berbagai tempat, meski tidak menyurutkan pengaruhnya. Hingga akhirnya Bung Karno memilih bekerjasama dengan Jepang untuk meraih kemerdekaan. Film ditutup dengan pembacaan proklamasi di halaman rumahnya pada 17 Agustus 1945.

Tokoh Soekarno diperankan secara apik oleh Ario Bayu, meski mendapat gugatan dari pihak keluarga besar Soekarno karena dianggap tidak sesuai pada beberapa hal di film tersebut. Film Soekarno (2013) direkomendasikan bagi yang ingin menonton perjuangan Bung Karno hingga kemerdekaan.

  • Judul: Soekarno
  • Tahun: 2013
  • Genre: biography, history
  • Produksi: Dapur Film, MVP Pictures
  • Sutradara: Hanung Bramantyo
  • Pemeran: Ario Bayu, Lukman Sardi, Maudy Koesnaedi

2. Ketika Bung di Ende (2013)

Film besutan Viva Westi ini menyoroti kehidupan Bung Karno ketika diasingkan ke Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Belanda. Film dimulai dengan kedatangan Soekarno dan keluarga di pelabuhan. Ia ditemui oleh petugas pribumi yang mengantarnya ke rumah yang akan ditempati oleh Soekarno dan keluarga.

Selama di Ende, Soekarno berusaha berinteraksi dengan warga yang tinggal di sana. Hanya saja respons mereka terlihat cukup dingin dalam menyambutnya. Seolah Bung Karno adalah sosok yang menyebalkan. Inggit Garnasih sebagai istri berusaha menguatkan hati suaminya. Hubungan keluarga mereka juga berjalan dinamis.

Lambat laun kehadiran Soekarno di tempat itu menjadi lebih diterima. Ia dapat berbaur dan juga menyebarkan gagasan mengenai kemerdekaan kepada warga yang tinggal di Ende.

Film yang diperankan oleh Baim Wong sebagai Soekarno dan Paramitha Rusady sebagai Inggit Garnasih ini menyoroti fase yang kadang terlewatkan dalam sejarah. Secara umum film ini juga kurang dikenal oleh masyarakat, namun tetap menjadi film yang menarik untuk ditonton.

  • Judul: Ketika Bung di Ende
  • Sutradara: Viva Westi
  • Genre: Drama, Sejarah
  • Pemeran: Baim Wong, Paramitha Rusady, Niniek L. Karim

3. Tjokroaminoto: Guru Bangsa (2015)

Film Guru Bangsa TjokroaminotoFilm Guru Bangsa Tjokroaminoto Foto: Dok. Ist

Sesuai dengan judulnya, film ini lebih banyak menyoroti tentang kehidupan Tjokroaminoto. Seorang pengusaha yang juga aktif sebagai tokoh Sarekat Islam. Rumahnya yang juga menjadi kos-kosan bagi beberapa pemuda seperti Soekarno, Alimin, Musso, hingga Kartosoewirjo.

Rumah Tjokroaminoto dianggap sebagai wadah awal pergulatan pemikiran para tokoh. Berbagai ideologi bertemu dan saling berdiskusi bersama. Gagasan Tjokroaminoto pun dituangkan sepanjang film.

Film ini dikritik karena ada beberapa kesalahan dan kurangnya penggambaran rakyat yang ikut serta semasa itu. Diperankan oleh Reza Rahadian sebagai Tjokroaminoto, Deva Mahendra sebagai Soekarno muda, dan Tanta Ginting sebagai Semaun muda, film ini menyabet berbagai penghargaan.

  • Judul: Tjokroaminoto Guru Bangsa
  • Sutradara: Garin Nugroho
  • Produksi: Yayasan Keluarga Besar HOS Tjokroaminoto, Picklock Production
  • Pemeran: Reza Rahadian, Deva Mahenra, Christine Hakim


(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads