detikBali

Bicara Industri Tekstil Dalam Negeri, Menkop Singgung Banjir Impor Kain

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bicara Industri Tekstil Dalam Negeri, Menkop Singgung Banjir Impor Kain


Firizqi Irwan - detikBali

Menkop Ferry Juliantono meresmikan Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia yang dipimpin Rieke Diah Pitaloka, didampingi Kadiskop UKM Bali Try Arya di Denpasar, Jumat (5/6/2026). (Foto: Firizqi Irwan/detikBali)
Menkop Ferry Juliantono meresmikan Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia yang dipimpin Rieke Diah Pitaloka, didampingi Kadiskop UKM Bali Try Arya di Denpasar, Jumat (5/6/2026). (Foto: Firizqi Irwan/detikBali)
Denpasar -

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia di Sanur, Denpasar, Bali. Koperasi yang dipimpin oleh Rieke Diah Pitaloka ini bergerak di bidang tekstil dan industri kain.

Ferry mendorong para pengusaha busana yang tergabung dalam Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia dapat bergerak dari sektor hulu. Ia menyebut tantangan industri tekstil dalam negeri adalah impor kain hingga pakaian bekas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tantangannya ya lawan banjir impor kain dan baju bekas. Makanya kita harus kuat dari produksi sendiri," ujar Ferry di Sanur, Denpasar, Jumat (5/6/2026).

"Ini momentum buat kita percaya diri sama ketekunan sendiri. Koperasi harus kembali jadi soko guru ekonomi nasional," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Ferry menilai pembentukan koperasi sejalan dengan semangat Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno yang diperingati setiap Juni. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto ingin agar koperasi menjadi ujung tombak ekonomi Pancasila.

"Presiden Prabowo juga tegas bilang mau kembalikan ekonomi kita ke ekonomi Pancasila sesuai UUD 1945 Pasal 33. Koperasi jadi ujung tombaknya," imbuhnya.

Ferry lantas menyinggung pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Pemerintah, dia berujar, menargetkan 30 ribu KDMP terbentuk hingga Juli 2026. Menurutnya, saat ini sudah ada 11 ribu gudang dan gerai fisik KDMP yang sudah selesai.

Ketua Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia, Rieke Diah Pitaloka, menjelaskan koperasi yang dipimpinnya fokus pada penguatan UMKM sandang dan pangan. Menurutnya, industri sandang dan pangan di dalam negeri perlu dikuatkan dengan berkolaborasi.

"Kami mulai dari sandang dulu bareng UMKM tekstil dan pengusaha muda. Tujuannya kolaborasi, produksi sampai distribusi biar lebih kuat," ujar Rieke yang juga anggota Komisi XIII DPR RI itu.

"Koperasi dibentuk karena UMKM sandang dan pangan sudah terbukti jadi tulang punggung ekonomi Indonesia sejak krisis 98 sampai sekarang," ungkapnya.

Koperasi yang dipimpin Rieke menjadi yang pertama diresmikan di Bali. Rencananya, koperasi tersebut akan dibentuk di berbagai provinsi lainnya.

"Koperasi ini fokus ke produksi dan industri tekstil. Jaringan koperasi ini sudah ada di Jawa dan luar Jawa. Tinggal dirapikan dalam satu wadah," pungkasnya.



(iws/iws)











Hide Ads