Lebih dari 50 persen sampah yang mencemari laut ternyata berasal dari aktivitas di daratan. Fakta ini menjadi sorotan serius WWF Indonesia di tengah upaya menjaga kesehatan ekosistem laut di Indonesia yang kian tertekan.
Direktur Konservasi WWF Indonesia Dewi Lestari Yani Rizki menyebut mayoritas sampah yang akhirnya berakhir di laut berasal dari rumah tangga dan terbawa aliran sungai hingga ke wilayah pesisir.
"Jadi itu dari yang kita lihat yang ada di sekitar lebih dari 50 persen sampah yang ada di laut itu dari darat," ujarnya dalam konferensi pers World Ocean Day & Coral Triangle Day 2026, Jumat (5/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenis sampah yang paling banyak ditemukan masih didominasi plastik. Selain itu, limbah lain seperti kaleng minuman juga kerap ditemukan di perairan maupun kawasan pesisir.
Dewi menambahkan, sumber sampah laut tidak hanya dari daratan, tetapi juga dari aktivitas wisata, termasuk wisata bahari dan kapal pesiar.
"Kemudian biasanya itu dari turis yang jalan bersama kapal pesiar, nah ini yang menjadi kendala," jelasnya.
Sebagai respons atas kondisi tersebut, WWF Indonesia menggelar rangkaian kegiatan dalam peringatan World Ocean Day dan Coral Triangle Day 2026.
Agenda ini akan berlangsung pada Minggu, 7 Juni 2026, di Peninsula Island, mulai pukul 09.00 Wita hingga selesai.
Menurut Dewi, kegiatan tersebut dirancang agar masyarakat dari berbagai usia bisa lebih dekat dengan isu kelautan sekaligus memahami langkah konkret untuk menjaga laut tetap sehat.
"Bagaimana caranya masyarakat itu mengenal tentang laut dan juga bagaimana menyehatkan laut secara bersama-sama. Makanya ada booth-booth yang tentang edukasi. Bagaimana kemudian masyarakat itu dari segala umur, dari segala usia itu mendalami," imbuhnya.
Selain edukasi, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir dan laut.
Dewi menegaskan, laut yang sehat menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan ekonomi, ketahanan pangan, pelestarian budaya, hingga kesejahteraan masyarakat.
"Bagaimana kita menyehatkan laut. Fondasinya adalah bahwa laut itu sehat, supaya kemudian ada peningkatan ekonomi, ketahanan pangan, budaya terjaga, dan juga masyarakat juga terjaga," ungkapnya.
Berbagai kegiatan interaktif juga akan digelar, mulai dari Festival Layangan Spesies Laut, face painting, fun games, hingga pameran edukasi yang mengangkat isu konservasi laut dan kearifan lokal dalam menjaga ekosistem pesisir.
(dpw/dpw)










































