Kasus dugaan rabies yang terbilang langka terjadi di Jembrana, Bali. Seorang perempuan meninggal dunia setelah digigit kucing liar. Korban bernama Ni Ketut Sari, seorang ibu rumah tangga (IRT) warga Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana.
Kasus gigitan kucing rabies ini terjadi sekitar satu bulan sebelum Sari meninggal dunia. Tepatnya pada April 2026. Saat itu, Sari tengah menjemur pakaian di depan rumah sebelum diserang kucing liar dan digigit pada bagian betis kanan.
Korban sempat mengabaikan luka gigitan tersebut dan enggan mencari pertolongan medis. Sebulan berselang setelah digigit, tepatnya pada 23 Mei 2026, Sari mendadak jatuh sakit dan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Negara karena kondisinya terus memburuk.
Dilarikan ke RS Saat Muncul Gejala Rabies
Saat di rumah sakit, gejala khas rabies mulai menyerang Sari. Sari mengalami ketakutan hebat saat melihat air dan gelisah setiap kali terkena embusan angin. Ia lalu dinyatakan meninggal dunia pada 24 Mei di RSU Negara dan jenazahnya telah diaben pada 28 Mei 2026.
Kasus ini menjadi kasus rabies pada manusia yang pertama kali terjadi di Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya. Sari meninggalkan seorang suami dan dua orang anak yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA dan 1 SD.
Hingga jenazah korban sudah selesai diaben, keluarga korban sama sekali belum mendapatkan penanganan medis preventif, termasuk pemberian suntikan vaksin antirabies (VAR).
Kepala Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Jembrana I Gusti Ngurah Putu Sugiarta baru menerima surat pemberitahuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jembrana pada Rabu (3/6/2026).
"Lantaran baru menerima surat, sehingga hari ini sebagai upaya pencegahan dilakukan vaksinasi emergency," ungkap Sugiarta saat dikonfirmasi detikBali, Kamis (4/6/2026).
Simak Video "Video: Pemilik Tewas karena Rabies, Daging Anjing Malah Dimakan Warga"
(hsa/iws)