detikBali
Round Up

Awal Mula Wanita Jembrana Digigit Kucing Diduga Rabies hingga Meninggal

Terpopuler Koleksi Pilihan
Round Up

Awal Mula Wanita Jembrana Digigit Kucing Diduga Rabies hingga Meninggal


Tim detikBali - detikBali

Petugas memeriksa mulut seekor kucing milik warga sebelum disuntik vaksin rabies di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/7/2025). Pemkot Surabaya melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Surabaya membuka program vaksin rabies gratis untuk hewan peliharaan anjing, kucing dan kera milik warga dengan menyediakan 75 dosis vaksin rabies mulai 29 September sampai 4 Oktober 2025 sebagai upaya memberikan kekebalan kepada hewan yang divaksin rabies sekaligus melindungi masyarakat khususnya pemiliknya dari penularan penyakit rabies. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/rwa.
Foto: Seekor kucing diberikan vaksin antirabies. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Jembrana -

Kasus dugaan rabies yang terbilang langka terjadi di Jembrana, Bali. Seorang perempuan meninggal dunia setelah digigit kucing liar. Korban bernama Ni Ketut Sari, seorang ibu rumah tangga (IRT) warga Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana.

Kasus gigitan kucing rabies ini terjadi sekitar satu bulan sebelum Sari meninggau dunia. Tepatnya pada April 2026. Saat itu, Sari tengah menjemur pakaian di depan rumah sebelum diserang kucing liar dan digigit pada bagian betis kanan.

Korban sempat mengabaikan luka gigitan tersebut dan enggan mencari pertolongan medis. Sebulan berselang setelah digigit, tepatnya pada 23 Mei 2026, Sari mendadak jatuh sakit dan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Negara karena kondisinya terus memburuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilarikan ke RS Saat Muncul Gejala Rabies

Saat di rumah sakit, gejala khas rabies mulai menyerang Sari. Sari mengalami ketakutan hebat saat melihat air dan gelisah setiap kali terkena embusan angin. Ia lalu dinyatakan meninggal dunia pada 24 Mei di RSD Negara dan jenazahnya telah diaben pada 28 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

Kasus ini menjadi kasus rabies pada manusia yang pertama kali terjadi di Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya. Sari meninggalkan seorang suami dan dua orang anak yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA dan 1 SD.

Hingga jenazah korban sudah selesai diaben, keluarga korban sama sekali belum mendapatkan penanganan medis preventif, termasuk pemberian suntikan vaksin antirabies (VAR).

Kepala Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Jembrana I Gusti Ngurah Putu Sugiarta baru menerima surat pemberitahuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jembrana pada Rabu (3/6/2026).

"Lantaran baru menerima surat, sehingga hari ini sebagai upaya pencegahan dilakukan vaksinasi emergency," ungkap Sugiarta saat dikonfirmasi detikBali, Kamis (4/6/2026).

Petugas langsung bergerak melakukan vaksinasi darurat terhadap 20 ekor anjing dan satu ekor kucing dalam radius 3 kilometer (km) dari rumah korban. Selain itu, petugas mengambil sampel dari 4 ekor anjing milik warga sekitar untuk diuji laboratorium di Balai Veteriner Denpasar guna memastikan penyebaran virus rabies.

"Hari ini dilakukan vaksinasi di wilayah kasus gigitan dan pengiriman sampel otak pada 4 ekor anjing," papar Sugiarta.

Berdasarkan data grafis dari Januari hingga Juni 2026, Kabupaten Jembrana mencatat telah terjadi 33 kasus gigitan anjing positif rabies. Kasus yang menimpa Ni Ketut Sari ini menjadi kasus kematian pada manusia pertama akibat dugaan rabies sepanjang tahun ini.

Serangan Kucing Rabies di Atambua

Pada Maret lalu, serangan kucing rabies juga terjadi di Kelurahan Manumutin, Kota Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selama ini, serangan kucing rabies jarang terjadi meski termasuk hewan penular rabies (HPR). Tercatat, kasus rabies 98 persen ditularkan oleh anjing.

Serangan kucing rabies itu terjadi pada Minggu (15/3/2026). Para korban langsung mendapatkan penanganan pada hari yang sama setelah mengalami gigitan.

Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu, Yos Sudarso Dami, menjelaskan kejadian itu menyebabkan 11 orang menjadi korban gigitan kucing. "Untuk 11 orang itu sudah tertangani semua, langsung ditangani hari itu juga, jadi kejadiannya sore-sore," ujar Yos, Senin (16/3/2026).

Setelah menerima laporan dari warga, petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk menangkap kucing tersebut. "Selanjutnya petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan Belu menuju lokasi bersama masyarakat serta lurah, camat dan BPBD menuju lokasi untuk menangkap kucing yang ada," jelasnya.

Kucing yang menggigit warga kemudian diperiksa di laboratorium kesehatan hewan milik Dinas Peternakan dan Perikanan Belu. "Dari hasil pemeriksaan rapid test cepat didapatkan bahwa kucingnya positif rabies," ungkapnya.




(hsa/iws)











Hide Ads