detikBali

Sampah di TPST Tojan Dibiarkan Menyala, Pemdes Klaim Residu Terbakar Sendiri

Terpopuler Koleksi Pilihan

Sampah di TPST Tojan Dibiarkan Menyala, Pemdes Klaim Residu Terbakar Sendiri


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Asap dari sampah residu mengepul di TPST Dharma Asri, Desa Tojan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Senin (1/5/2026).
Asap dari sampah residu mengepul di TPST Dharma Asri, Desa Tojan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Senin (1/5/2026). (Foto: Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dharma Asri, Desa Tojan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, dibiarkan menyala dan mengeluarkan asap. Asap dari tumpukan sampah residu itu bahkan tertiup angin hingga ke jalan raya.

Pantauan detikBali, TPST Dharma Asri Desa Tojan tampak seperti tidak lagi beroperasi. Gerbang masuk dipenuhi tumpukan sampah residu yang masih menyala. Asap membumbung tidak terlalu tinggi, namun sewaktu-waktu tertiup angin hingga ke jalan raya.

Lokasi TPST tersebut berada sekitar 50 meter dari Jalan Bypass Ida Bagus (IB) Mantra. Meski berdekatan dengan jalan utama, asap pembakaran sampah itu tidak sampai mengganggu pengendara yang melintas di jalur bypass.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perbekel Desa Tojan I Wayan Suastawa mengklaim pemerintah desa tidak pernah melakukan pembakaran sampah di TPST tersebut. Menurutnya, tumpukan residu itu terbakar sendiri akibat gas yang muncul dari timbunan sampah.

ADVERTISEMENT

"Itu terbakar sendiri karena ada gas. Sudah beberapa kali kita melakukan pemadaman sampai memanggil petugas Damkar," kata Suastawa saat dihubungi detikBali, Senin (1/6/2026).

Suastawa menjelaskan penumpukan sampah yang kemudian terbakar itu mulai terjadi sejak pengiriman residu ke Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center Karangdadi di Kusamba dibatasi. Akibatnya, TPST di desa tidak lagi bisa mengirim sampah seperti sebelumnya.

"Inilah persoalan kita. Kalau pembakaran kami tentu tidak melakukannya. Karena tidak boleh. Jadi itu menyala sendiri. Dan tetap kami pantau," jelasnya.

Menurut Suastawa, saat ini pihak desa tidak memiliki banyak pilihan selain menunggu TOSS Center Karangdadi kembali dibuka untuk pengiriman residu dari desa-desa di Klungkung.

Sementara itu, seorang warga yang berjualan di Bypass IB Mantra, Wayan Suminta (42), mengaku asap dari TPST Tojan tidak sampai mengganggu aktivitas warga sekitar. Ia juga menyebut tidak mencium bau menyengat dari pembakaran sampah tersebut.

"Saya liat tetap ada asap. Tapi tidak ada baunya dan tidak menganggu," jelas Suminta.

Diketahui, sejak TOSS Center Karangdadi membatasi pengiriman residu dari desa, sejumlah TPST di wilayah Klungkung daratan mulai kewalahan menampung sampah. DetikBali mencatat sejumlah TPST terpaksa melakukan pembakaran sampah, seperti di TPST Kampung Gelgel, Kecamatan Klungkung.

Selain pembakaran, sejumlah TPS dan TPST juga melakukan penimbunan sampah dengan tanah atau open dumping, seperti yang dilakukan TPS Banjarangkan di Kecamatan Banjarangkan.

Saat ini, harapan Pemkab Klungkung tertuju pada pengoperasian mesin pirolisis dari Cook Island di TOSS Center Karangdadi. Mesin tersebut diklaim mampu mengolah sampah hingga 8 ton per jam dan menampung sekitar 80 sampai 120 ton kiriman sampah setiap hari.

Namun, hingga kini mesin pirolisis yang dikelola PT Inpac Solutions Indo bersama PT Bali Bersih Bersinar itu masih dalam tahap perakitan dan uji coba skala mikro.




(dpw/dpw)










Hide Ads