detikBali
Internasional

AS Bakal Tutup Akses Pendaratan-Pengisian Bahan Bakar Maskapai Iran

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

AS Bakal Tutup Akses Pendaratan-Pengisian Bahan Bakar Maskapai Iran


Novi Christiastuti - detikBali

US investor and hedge fund manager Scott Bessent testifies before the Senate Finance Committee on his nomination to be Secretary of the Treasury, on Thursday. Andrew Caballero-Reynolds/AFP/Getty Images
Menkeu AS Scott Bessent. (Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP/Getty Images)
Denpasar -

Amerika Serikat (AS) mengumumkan rencana penutupan akses maskapai penerbangan Iran ke tempat-tempat pendaratan, pengisian bahan bakar, hingga penjualan tiket. Ancaman ini disampaikan di tengah memanasnya konflik antara Washington dan Teheran yang diwarnai dengan aksi saling serang.

Langkah terbaru AS itu diumumkan oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam pernyataan via media sosial X pada Kamis (28/5) waktu setempat. Bessent menyebut upaya ini diambil saat Departemen Keuangan AS melanjutkan 'kampanye kemarahan ekonomi terhadap rezim Iran'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentara-tentara mereka tidak dibayar, polisi tidak melapor untuk bekerja, dan Pulau Kharg ditutup," tulis Bessent dalam pernyataannya, dikutip dari detikNews, Jumat (29/5/2026). Pulau Kharg yang dimaksud merujuk pada lokasi terminal ekspor minyak mentah utama negara tersebut.

Bessent menyatakan Departemen Keuangan AS telah menjatuhkan sanksi terhadap Otoritas Selat Teluk (Arab) milik Iran. Dia memperingatkan entitas korporasi dan negara agar tidak membayar tol kepada otoritas tersebut.

ADVERTISEMENT

"Kami telah memperingatkan entitas korporasi atau negara mana pun agar tidak membayar tol atau menyembunyikannya sebagai pembayaran bantuan," tegasnya.

Dalam pernyataan tersebut, Bessent juga menyinggung dampak blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Ia mengeklaim jumlah minyak mentah Iran di lautan berada pada rekor terendah.

"Kami juga akan menutup akses maskapai penerbangan Iran ke tempat-tempat pendaratan, pengisian bahan bakar, dan penjualan tiket," imbuhnya.

Bessent mengungkapkan kampanye tekanan ekonomi terhadap Iran akan dihentikan jika ada kemajuan dalam negosiasi yang sedang diupayakan. "Hanya hasil yang memuaskan dalam negosiasi yang akan mengakhiri penurunan terus-menerus ini," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)











Hide Ads