detikBali

Mengenal Hari Tasyrik Beserta Amalan dan Larangannya

Terpopuler Koleksi Pilihan

Mengenal Hari Tasyrik Beserta Amalan dan Larangannya


Arga Fahreza - detikBali

saat hari tasyrik, amalan apa yang bisa dilakukan
Foto: Ilustrasi mengerjakan amalan Hari Tasyrik. (Getty Images/iStockphoto/ferlistockphoto)
Denpasar -

Hari Raya Idul Adha jatuh setiap 10 Dzulhijjah tahun Hijriah. Setelah tanggal itu disusul dengan Hari Tasyrik. Hari Tasyrik 2026 berlangsung pada 28, 29, dan 30 karena Idul Adha ditetapkan pada 27 Mei.

Ada amalan dan larangan yang sebaiknya diikuti saat Hari Tasyrik. Hari Tasyrik bahkan disebut dalam Surah Al-Baqarah ayat 203 yang berbunyi "Berdzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenal Hari Tasyrik

Istilah Hari Tasyrik mengacu hari setelah Idul Adha, yakni 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Momen Hari Tasyrik dikenal sebagai hari makan dan minum sebagaimana diriwayatkan hadis berikut.

عَنْ نُبَيْشَةَ الْهُذَلِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَزَادَ فِي رواية وَذِكْرٍ لِلَّهِ

Artinya: "Dari Nubaisyah Al-Hudzali, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, "Hari Tasyrik adalah hari makan, minum (pada riwayat lain), dan hari zikir" (HR Muslim).

Umat Islam akan melanjutkan menyembelih hewan kurban hingga Hari Tasyrik terakhir pada 13 Dzulhijjah. Sebagian akan memasak daging yang didapat, menjemurnya untuk menjadi dendeng, atau masakan olahan lain.

Amalan Ketika Hari Tasyrik

Ada beberapa amalan yang dapat dikerjakan selama Hari Tasyrik. Sifatnya memang sebatas sunah, tetapi akan lebih baik dilakukan.

Amalan pertama adalah berzikir kepada Allah dengan bertakbir muqayyad setelah salat wajib. Hal ini dianjurkan oleh mayoritas ulama dengan riwayat dari para sahabat Nabi.

Amalan kedua adalah melanjutkan pemotongan hewan kurban. Tata cara dan waktu penyembelihan masih sama saat Idul Adha. Namun, ada sebagian ulama yang berpendapat penyembelihan hanya tiga hari dihitung sejak Idul Adha hingga 12 Dzulhijjah.

Amalan ketiga adalah berdzikir kepada Allah ketika makan dan minum, dimulai dengan bismillah dan diakhiri dengan alhamdulillah.

Kemudian, juga dianjurkan untuk memperbanyak membaca doa sapu jagat. Ini adalah doa yang paling sering dibaca oleh Nabi Muhammad Saw sebagaimana diriwayatkan dalam hadis berikut.

كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Do'a yang paling banyak dibaca oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam "Allahumma Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina 'adzaban naar" (Wahai Allah, Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka)." (HR. Bukhari Nomor 2389 dan Muslim Nomor 2690).

Larangan Selama Hari Tasyrik

Selama Hari Tasyrik, ada satu larangan yang sangat kuat, yakni berpuasa. Puasa pada dasarnya sebagai ibadah menahan diri dari makan dan minum disyariatkan wajib pada Ramadan.

Namun, pada Hari Tasyrik, hukum puasa berubah menjadi larangan, bahkan termasuk haram. Berdasarkan hadits riwayat Muslim di atas, Hari Tasyrik adalah waktu untuk menikmati makan dan minum.

Hadits lain yang menguatkan larangan berpuasa adalah Hadits dari Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

"Rasulullah Saw mengutus Abdullah bin Hufadzah untuk berkeliling Mina dan menyeru 'janganlah kalian puasa pada hari-hari ini (Hari Tasyrik) karena hari-hari itu merupakan hari-hari untuk makan, minum, dan zikir kepada Allah azza wa jalla'." (HR. Ahmad).




(hsa/hsa)











Hide Ads