detikBali

Asal-usul Hari Arafah dan Keutamaannya Bagi Umat Islam

Terpopuler Koleksi Pilihan

Asal-usul Hari Arafah dan Keutamaannya Bagi Umat Islam


Arga Fahreza - detikBali

Ilustrasi wukuf di Arafah
Ilustrasi wukuf di Arafah. Foto: Fuad Hasim/detikcom
Denpasar -

Satu hari sebelum Idul Adha adalah waktu ketika umat Islam yang menjadi jamaah haji, berkumpul di Jabal Rahmah dan melakukan ibadah Wukuf. Umat Islam yang tidak ikut menjadi tamu Allah pada hari itu akan melakukan puasa Arafah.

Berbeda dengan puasa Ramadhan, puasa Arafah adalah ibadah yang digolongkan dalam kategori sunnah. Artinya akan mendapat pahala saat mengerjakan dan tidak terkena hukuman jika ditinggalkan. Menariknya puasa Arafah ini memiliki beberapa tafsir tentang asal penamaannya. Pada Hari Arafah juga banyak keutamaan di dalamnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simak ulasan mengenai penamaan Hari Arafah dan keutamaan tentangnya.

Mengapa Dinamakan Hari Arafah?

ADVERTISEMENT

Meski telah dikenal dengan sebutan Hari Arafah, nampaknya masih banyak yang belum mengetahui darimana sesungguhnya istilah Hari Arafah berasal. Dikutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama (NU) Online, ada beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ulama mengenai dalil pemberian nama Hari Arafah.

Imam Fakhrudin Ar-Razi mengungkap alasan pertama nama Arafah adalah bahwa pada hari tersebut, nenek moyang manusia yakni Adam dan Hawa dipertemukan kembali. Pasangan suami istri yang diturunkan dari Surga ini akhirnya saling tahu (Arafa) setelah berpisah selama bertahun-tahun di Bumi.

Alasan kedua, pada hari itu Nabi Ibrahim mengetahui (Arafah) tentang kebenaran mimpi menyembelih Ismail yang Ia alami dan membuatnya bingung. Alasan ketiga adalah bahwa Allah SWT memberitahukan (yata'arrafu) mengenai kabar gembira bahwa mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji akan mendapatkan ampunan dan rahmat.

Begitu luar biasanya Hari Arafah hingga banyak riwayat yang menyebutkan tentang keutamaan yang dimiliki Hari Arafah.

Apa Saja Keutamaan Hari Arafah?

Ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim tentang percakapan Umar bin Khattab dan seorang Yahudi tentang Hari Arafah. Berikut ini petikan haditsnya:

آيَةٌ فِى كِتَابِكُمْ تَقْرَءُونَهَا لَوْ عَلَيْنَا مَعْشَرَ الْيَهُودِ نَزَلَتْ لاَتَّخَذْنَا ذَلِكَ الْيَوْمَ عِيدًا . قَالَ أَىُّ آيَةٍ قَالَ ( الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا ) . قَالَ عُمَرُ قَدْ عَرَفْنَا ذَلِكَ الْيَوْمَ وَالْمَكَانَ الَّذِى نَزَلَتْ فِيهِ عَلَى النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - وَهُوَ قَائِمٌ بِعَرَفَةَ يَوْمَ جُمُعَةٍ

"Ada ayat dalam kalian yang kalian membacanya dan seandainya ayat tersebut turun di tengah-tengah orang Yahudi, tentu kami akan menjadikannya sebagai hari perayaan (hari ide)." "Ayat apakah itu? Tanya Umar". Ia berkata, "(ayat yang artinya): Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." " Umar berkata: Kami telah mengetahui hal itu yaitu hari dan tempat di mana ayat tersebut diturunkan pada Nabi saw. Beliau berdiri di Arafah pada hari Jumat." (HR Bukhari no.45 dan Muslim no.3017).

Dari hadits di atas, menunjukkan bahwa Hari Arafah merupakan sebuah hari yang begitu mulia. Saking agungnya, bahkan umat Yahudi sekalipun akan menjadikan hari tersebut sebagai hari raya jika itu diwahyukan kepada mereka. Sebab pada hari tersebut, Allah SWT telah menurunkan wahyu yang menutup seluruh syariat dan dinyatakan sempurna.

Puasa pada Hari Arafah juga tidak kalah istimewanya. Puasa sunnah yang dilakukan pada Hari Arafah akan diberikan penghapusan dosa. Dalilnya tertuang dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Berikut kutipan hadits-nya:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

"Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu" (HR. Muslim no.1162)

Demikian besarnya keutamaan yang dimiliki oleh Hari Arafah hingga sayang sekali untuk dilewatkan. Semoga ulasan mengenai penamaan Hari Arafah dan keutamaannya bisa bermanfaat.




(nor/nor)










Hide Ads