detikBali

Pedagang Tewas Mendadak di Pasar Kupang Diduga Serangan Jantung

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pedagang Tewas Mendadak di Pasar Kupang Diduga Serangan Jantung


Yufengki Bria - detikBali

Kapospol Soliu Aipda Johanis Gaerth Lerrik saat melakukan olah TKP di lokasi meninggalnya pria di Pasar Oefitis, Kupang, Senin (18/5/2026).
Foto: Kapospol Soliu Aipda Johanis Gaerth Lerrik saat melakukan olah TKP di lokasi meninggalnya pria di Pasar Oefitis, Kupang, Senin (18/5/2026). (Dok. Polsek Amfoang Utara)
Kupang -

Polisi mengungkap penyebab kematian pria bernama Mesak Oemanu (56) di Pasar Oefitis, Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga kena serangan jantung. Mesak meninggal sekitar pukul 03.00 Wita, Senin (18/5/2026).

"Korban merupakan warga Dusun 5, Desa Tanini, Kecamatan Takari Kabupatwn Kupang. Dia diperkirakan meninggal akibat serangan jantung," ujar Kapolsek Amfoang Utara Iptu Valentinus Beribe kepada detikBali, Senin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Valentinus menuturkan kejadian itu bermula saat Mesak bersama istrinya, Yortia Benu (39), dan seorang anaknya datang dari Kupang ke Pasar Oefitis pada Sabtu (16/5/2026) untuk berjualan mainan anak-anak. Mereka baru tiba pada Minggu (17/5/2026).

Setelah itu, mereka membuat tenda untuk tidur. Namun, sekitar pukul 01.30 Wita tadi, ia mulai mengeluhkan rasa nyeri di bagian dada sebelah kiri dan jantungnya berdetak kencang. Tetapi, saat itu, Mesak memilih tidur saja.

ADVERTISEMENT

Tak berselang lama, Yortia mendengar suaminya itu sempat menarik napas sebanyak empat kali. Mendengar hal itu, Yortia langsung mengecek keadaannya, tetapi sudah tak bernyawa lagi. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Pospol Soliu.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Wakapolsek Amfoang Utara Ipda Hironimus Neni bersama sejumlah personelnya dan tim medis Puskesmas Soliu, langsung mendatangi lokasi untuk olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis.

Berdasarkan pemeriksaan medis yang dilakukan oleh petugas medis Puskesmas Soliu, Semri Banu, tak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. Menurut Valentinus, pada Maret 2026, Mesak sempat mengeluh nyeri di bagian dadanya.

"Korban dan istrinya merupakan pedagang keliling yang sering berjualan barang mainan anak kecil," tutur Valentinus.

Saat ini, jenazahnya disemayamkan sementara di rumah warga yang tak jauh dari Pasar Oefitis. Jenazahnya direncanakan dibawa ke kampungnya menggunakan pikap lalu diantarkan ke pinggir Sungai Kapsali. Selanjutnya, jenazahnya dibawa ke seberang sungai.

"Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolah untuk diautopsi," pungkas Valentinus.

Diberitakan sebelumnya, Mesak, dilaporkan meninggal secara tiba-tiba saat sedang berjualan di Pasar Oefitis, Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, NTT, Senin (18/5/2026).

"Lokasinya dalam pasar. Ini beta (saya) lagi di pasar. Polisi sudah datang ambil keterangan," ujar salah satu warga, Yosua Nobel, kepada detikBali, Senin.




(hsa/hsa)










Hide Ads