detikBali
Internasional

Pemimpin The Fed yang Baru Ternyata Teman Dekat Trump

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

Pemimpin The Fed yang Baru Ternyata Teman Dekat Trump


Eduardo Simorangkir - detikBali

Kevin Warsh, Kandidat Kuat Bos Bank Sentral AS
Foto: Pemimpin baru The Fed, Kevin Warsh. (Dok. CNBC)
Washington DC -

Kevin Warsh, pemimpin baru Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed), ternyata teman dekat Presiden Donald Trump. Nama Warsh sebenarnya sudah lama disebut sebagai kandidat favorit Trump.

Dilansir dari detikFinance, Warsh selama beberapa tahun terakhir dikenal sering mengkritik kebijakan The Fed pimpinan Jerome Powell, terutama terkait penanganan inflasi dan besarnya intervensi bank sentral ke pasar keuangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warsh, dalam berbagai kesempatan, menilai The Fed terlalu banyak memberikan panduan kepada pasar. Ia bahkan pernah mengatakan bank sentral bisa menjadi "tahanan kata-katanya sendiri" jika terlalu sering memberi sinyal kebijakan kepada publik.

Warsh juga disebut ingin membawa perubahan besar di tubuh The Fed. Ia ingin melakukan "regime change" dalam kebijakan bank sentral AS, termasuk mengecilkan neraca The Fed dan mengurangi intervensi besar terhadap pasar.

ADVERTISEMENT

Meski dikenal dekat dengan Trump, Warsh menegaskan dirinya tetap independen. Ia menolak anggapan akan mengikuti keinginan Gedung Putih terkait suku bunga.

Namun, penunjukan Warsh tetap memicu kekhawatiran dari kubu Demokrat. Senator Elizabeth Warren bahkan menyebut Warsh sebagai "boneka" Trump dan menilai independensi The Fed bisa terancam di bawah kepemimpinannya.

Sebagaimana diketahui, Warsh menggantikan Jerome Powell pada 15 Mei 2026 yang sudah menjabat selama delapan tahun terakhir sebagai pimpinan The Fed. Warsh resmi memimpin The Fed lewat voting Senat dengan hasil 54 banding 45. Penunjukan ini sekaligus menandai kembalinya Warsh ke The Fed setelah sebelumnya pernah menjabat sebagai gubernur bank sentral AS pada 2006-2011.

Tantangan yang dihadapi Warsh saat memimpin The Fed juga tidak ringan. Inflasi AS masih berada di atas target 2%, sementara harga energi melonjak akibat konflik Iran yang mengguncang pasar minyak global. Kondisi itu membuat arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan menjadi perhatian besar investor dunia.

Selain berpengalaman di bank sentral, Warsh juga punya latar belakang kuat di Wall Street. Ia pernah bekerja di Morgan Stanley dan dikenal memiliki jaringan luas di kalangan keuangan AS. Kedekatannya dengan dunia pasar modal membuat banyak pelaku pasar penasaran apakah kepemimpinannya akan membawa pendekatan baru bagi The Fed.

Artikel ini telah tayang di detikFinance. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)











Hide Ads
LIVE