Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan segera terbang ke China. Trump akan bertemu Presiden China Xi Jinping pada 14-15 Mei 2026 sebagai kelanjutan pertemuan tingkat tinggi kedua negara sebulan lalu.
Dilansir dari detikFinance, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pertemuan kedua presiden itu turut membahas topik utama mengenai perang Iran. Hal itu dinilai bisa mengurangi ruang lingkup untuk menyelesaikan persoalan seperti tarif dagang dan pasokan logam tanah jarang (rare earth).
"Berakhirnya perang Iran akan menjadi kelegaan besar bagi bisnis global. Itu akan dikenang sebagai keberhasilan besar," kata Direktur Studi Politik Internasional di Akademi Ilmu Sosial China, Hai Zhao, Jumat (8/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Giliran Iran Serang Kapal AS di Selat Hormuz |
Sebelum kedatangan Trump, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga direncanakan berkunjung ke Beijing. Ini merupakan kunjungan pertamanya sejak perang dengan AS dimulai pada akhir Februari lalu sekaligus meningkatkan harapan akan kesepakatan perdamaian.
Namun, pada saat yang bersamaan, AS dan Iran kembali saling serang di Selat Hormuz hingga kapal tanker milik China ikut diserang. Masing-masing saling menyalahkan karena dianggap memulai serangan tersebut.
Terlepas dari itu, beberapa kemajuan mungkin masih dapat dicapai. Trump diperkirakan akan mencapai kesepakatan tentang pembelian kedelai AS dan pesawat Boeing oleh China.
CEO Boeing dan Citigroup disebut-sebut turut akan menemani Trump. Raksasa pesawat terbang AS tersebut diperkirakan akan menyelesaikan pesanan besar pertamanya dari China. Sementara itu, Beijing kemungkinan besar akan fokus pada tarif, status Taiwan, hingga pembatasan AS terhadap akses China ke teknologi canggih.
"Pertemuan ini kemungkinan besar akan memperkuat keuntungan yang telah diperoleh China selama setahun terakhir," kata Scott Kennedy selaku penasihat senior dan ketua dewan pengawas dalam bisnis dan ekonomi China di Center for Strategic and International Studies yang berbasis di AS.
Artikel ini telah tayang di detikFinance. Baca selengkapnya di sini!
(iws/iws)










































