Pidato Wakil Gubernur (Wagub) Bali I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri acara organisasi masyarakat (ormas) Baladika di wilayah Sading, Mengwi, Badung, viral di media sosial. Dalam potongan video yang beredar, Giri Prasta menyatakan kesiapannya menanggung biaya operasional dua ormas besar di Bali apabila dirinya terpilih menjadi Gubernur Bali di masa mendatang.
Dalam pidatonya, Giri Prasta menyebut seluruh DPC Laskar Bali dan Baladika akan mendapatkan dukungan operasional darinya selama menjabat sebagai Gubernur Bali. Pernyataan itu langsung disambut sorakan dan tepuk tangan para peserta yang hadir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiang bani ngomong mangkin niki nggih (saya berani ngomong mungkin ini ya), sire uning (siapa tau) nanti menjadi Bali 1 (Gubernur Bali). Kalau saya mendapatkan peluang, dan tiang niki (saya ini) terlibat, rasida dados (bisa jadi) Bali 1. Semua DPC, Laskar Bali, Baladika, operasional, saya Giri Prasta yang akan menanggung selama saya itu menjabat sebagai Gubernur Bali," kata Giri Prasta.
Ia kemudian bertanya kepada hadirin apakah dirinya layak melanjutkan kepemimpinan. "Cocok atau tidak? Lanjut atau tidak?" tanya Giri Prasta.
Lalu peserta dengan kompak teriakan "cocok" dan "lanjut".
"Tepuk tangan kita semua," lanjut Giri Prasta.
Dalam video berdurasi 2 menit 2 detik, Giri Prasta menegaskan pernyataannya bukan berarti Bali dipimpin oleh preman atau kelompok tertentu. Menurutnya, hal tersebut tidak boleh disalahartikan.
"Dan ini harus saya lakukan. Bukan kita berbicara tentang Badung ini, Bali ini, Kabupaten/Kota dipimpin oleh preman, tidak. Bukan masalah itu," terangnya.
Selain itu, ia juga menyinggung perjalanan karier politiknya yang disebut bebas dari persoalan hukum. Giri Prasta mengaku pernah menjabat sebagai anggota DPRD selama tiga periode, Ketua DPRD dua periode, Bupati Badung dua periode, hingga kini menjadi Wakil Gubernur Bali.
"Satu periode ini menjadi wakil Gubernur. Sama sekali saya tidak pernah kena masalah hukum. Itu artinya apa? Kita tunjukkan kepada khalayak umum, bahwa boleh dilihat casingnya, tetapi di dalamnya betul-betul original," ucapnya di akhir video yang telah viral sejak Rabu (6/5/2026).
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bali, Gede Suralaga, memastikan tidak ada alokasi dana hibah dari pemerintah daerah untuk seluruh ormas di Bali.
"Tidak ada anggaran (untuk ormas)," tegas Suralaga saat dikonfirmasi detikBali.