Universitas Udayana (Unud) merespons soal rencana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk menutup program studi (prodi) kurang relevan.
Rektor Unud, I Ketut Sudarsana, memandang setiap prodi pada prinsipnya perlu dievaluasi secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, serta dinamika dunia kerja dan pembangunan nasional.
"Proses evaluasi tersebut tentu perlu dilakukan secara hati-hati, komprehensif, dan berbasis kajian akademik yang mendalam," kata Sudarsana, Selasa (5/5/2026).
Bagi perguruan tinggi, kata Sudarsana, penyesuaian dan pengembangan prodi merupakan bagian dari upaya menjaga mutu serta relevansi pendidikan tinggi agar mampu menjawab tantangan dan kebutuhan zaman yang terus berkembang.
Sudarsana menegaskan Unud baru mendengar wacana penutupan prodi kurang relevan dari Kemdiktisaintek melalui berbagai pemberitaan dan forum diskusi. Ia belum mendapatkan informasi resmi dari Kemdiktisaintek, baik melalui edaran maupun kebijakan teknis lain.
"Karena itu, kami masih menunggu arahan resmi dari kementerian sebagai dasar untuk melakukan langkah-langkah lebih lanjut," tegas Sudarsana.
Simak Video "Video: Tak Ada Empati! Bunuh Diri Mahasiswa Unud Malah Jadi Bahan Ejekan Rekan Kampus"
(hsa/hsa)