detikBali

Teror Kera di Desa Nyalian, BPBD Klungkung Akan Koordinasi dengan BKSDA

Terpopuler Koleksi Pilihan

Teror Kera di Desa Nyalian, BPBD Klungkung Akan Koordinasi dengan BKSDA


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Lokasi ladang petani yang kerap diserang kawanan kera berekor panjang di Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Rabu (16/9/2026).
Foto: Lokasi ladang petani yang kerap diserang kawanan kera berekor panjang di Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Rabu (16/9/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bali, untuk menangani teror kera di Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali.

Kepala Pelaksana BPBD Klungkung I Putu Widiasa menerangkan memang telah menerima permintaan penanganan dari Pemerintah Desa Nyalian. Namun hal itu dinilai tidak mudah karena sulit menghalau satwa liar yang bersifat habitat atau kawanan dalam jumlah banyak, dan pergerakan hewan yang dinamis.

"Karena kendala ini, penanganan untuk kera ini akan coba kami koordinasikan dengan BKSDA. Karena ini merupakan ranah mereka," kata Widiada kepada detikBali, Rabu (16/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagaimana kita mau mengusir mereka. Itu memang habitatnya di sana. Di sepanjang sungai itu memang banyak. Kecuali jika ada satu dua ekor yang menyerang seperti di Banjarangkan. Kalau ini kawanan banyak, dan kalau kita datang pasti mereka pergi. Apa kita harus terus jaga terus di sana," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Widiada menambahkan jika jumlahnya satu ekor atau beberapa ekor saja, masih memungkinkan BPBD turun seperti halnya peristiwa di Desa Banjarangkan.

Selain berkoordinasi dengan BKSDA, Widiada juga mengembalikan penanganan pada warga. Ia berharap warga berhati-hati dan waspada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti serangan dari kawanan kera.

"Jadi sejauh ini memang belum ada yang bisa kita lakukan. Kalau kera ini kehabisan makanan dan lapar, sudah pasti dia ke ladang warga. Untuk itu, ini menjadi ranah BKSDA, bagaimana nanti solusinya,"pungkasnya.

Sebelumnya, diketahui ratusan ekor kera liar menyerang lahan pertanian milik warga di sejumlah banjar di Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali. Aksi satwa liar ini telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan dan meresahkan warga sekitar.

"Sudah lama sekali gerombolan kera ini datang merusak tanaman petani. Sampai masuk pemukiman warga," kata Made Gatot, salah seorang petani warga Banjar Griya, Desa Nyalian.

"Jumlah ada ribuan. Tapi menyebar. Di sini dua ratusan, di sana ratusan, terus yang masuk ke pemukiman warga ratusan juga," sambung Gatot.

Gerombolan kera ini seolah mengetahui kondisi ladang dan permukiman warga. Sehingga kedatangan mereka terjadwal di saat sepi.

"Biasanya pagi, terus jelang malam sekitar jam-jam 5 itu. Nanti ada pemimpinnya yamg besar, kalau sudah manggil teman-temannya, gerombolan berdatangan," papar Gatot sembari memandang tanaman kedelainya yang kerap dirusak kumpulan kera.

Jenis kera ini dikatakan berekor panjang dengan tubuh besar. Terkadang kawanan kera akan aktif menyerang ketika menemukan petani yang sendirian.

"Kalau kita sendiri, diserang. Tapi selama ini belum ada yang terluka," jelas Gatot.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads