detikBali

Tanpa Aksi Unjuk Rasa, May Day 2026 Bali Diisi Jalan Sehat 1.200 Peserta

Terpopuler Koleksi Pilihan

Tanpa Aksi Unjuk Rasa, May Day 2026 Bali Diisi Jalan Sehat 1.200 Peserta


Hani Sofia Muthmainnah - detikBali

Koster memberikan sambutan pelepasan pada peringatan Bali May Day di Lapangan Renon, Jumat (1/5/2026). (Hani Sofia Muthmainnah/detikBali)
Foto: Koster memberikan sambutan pelepasan pada peringatan Bali May Day di Lapangan Renon, Jumat (1/5/2026). (Hani Sofia Muthmainnah/detikBali)
Denpasar -

Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei diselenggarakan berbeda dari biasanya. Jika biasanya di sejumlah daerah identik dengan aksi unjuk rasa, perayaan di Bali justru dikemas lebih santai melalui kegiatan jalan sehat yang diikuti sekitar 1.200 peserta dari serikat pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

Gubernur Bali Wayan Koster secara langsung melepas para peserta dalam acara Bali May Day 2026 yang digelar di Lapangan Renon, Denpasar, Jumat (1/5/2026).

"Peserta sekitar 1.200 orang dari serikat pekerja, pengusaha, dan pemerintah," ujar Koster setelah memberi sambutan pelepasan May Day di Lapangan Renon, Jumat (1/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga menegaskan bahwa perayaan tahun ini berlangsung kondusif, meski sebelumnya sempat beredar isi terkait aksi buruh.

"Tidak seperti isu-isu yang sempat beredar, para pekerja tetap merayakan dengan tertib dan penuh kebersamaan," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Koster, peringatan May Day seharusnya menjadi momentum memperkuat kebersamaan, bukan menjadi ajang menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi.

"Dengan diadakannya May Day seperti ini lebih elegan dan lebih bermanfaat," ucapnya.

Rangkaian acara May Day 2026 diisi dengan berbagai kegiatan, seperti jalan santai, pasar murah, hingga pemeriksaan kesehatan. Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh peserta.

Disnaker Tekankan Kolaborasi Pekerja-Pengusaha

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Bali, Ida Bagus Setiawan, menyebut perayaan Hari Buruh 2026 berfokus pada kegiatan yang memberikan manfaat bagi pekerja. Kegiatan tersebut berupa jalan santai, pasar murah, hingga pemeriksaan kesehatan yang juga melibatkan pelaku UMKM.

"Ini fasilitas dari pemerintah, tapi juga ada peran pengusaha. Kita kolaborasi mengadakan satu acara yang bermanfaat," ujar Setiawan setelah sambutan pelepasan May Day di Lapangan Renon, Jumat.

Menurutnya, kegiatan ini justru membuka ruang ekonomi. Pasar murah yang digelar memberikan kesempatan bagi pekerja untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih murah sekaligus memberi kesempatan UMKM untuk memutar roda perokonomian.

"Dengan adanya pasar murah, UMKM juga punya kesempatan berperan. Peserta bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau," katanya.

Ia menambahkan, ada dua konfederasi dan sekitar 10 serikat pekerja di Bali yang terlibat dalam peringatan May Day tahun ini.

Ke depannya dengan event May Day yang dinilai cukup memuaskan dan berjalan kondusif kegiatan serupa ditargetkan bisa melibatkan 9 kabupaten/kota di Bali dalam satu agenda besar bersama.

"Ke depan kami harapkan bisa lebih besar lagi. Kami libatkan 9 kabupaten/kota dalam satu event besar," ujar Setiawan.

Meski dikemas dengan santai, Setiawan menegaskan bahwa perayaan ini tidak serta merta menghilangkan ruang penyampaian aspirasi. Komunikasi antara pekerja, pemerintah, dan pihak terkait masih terus berjalan.

"Penyampaian aspirasi itu terbuka, negara kita kan open. Kemarin teman-teman pekerja juga sudah menyampaikan aspirasi dan berdiskusi di rumah rakyat DPRD Bali dan itu berjalan dengan baik," ujar Setiawan.

Menurutnya, komunikasi dengan cara tersebut justru membuat keadaan di masyarakat tetap kondusif dan aspirasi pekerja bisa segera ditindaklanjuti.

"Sehingga kondisi di lapangan bisa tetap kondusif dan aspirasi bisa segera ditindaklanjuti," pungkasnya.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads
LIVE