detikBali

Wisatawan Sleman Ditemukan Tewas Tenggelam di Air Terjun Tembok Barak

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Wisatawan Sleman Ditemukan Tewas Tenggelam di Air Terjun Tembok Barak


Made Wijaya Kusuma - detikBali

Jenazah korban tenggelam di Air Terjun Tembok Barak, Desa Sambangan, Sukasada, Buleleng dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan, Minggu (26/4/2026).
Foto: Dok. BPBD Buleleng
Buleleng -

Tim SAR gabungan akhirnya menemukan wisatawan asal Sleman yang tenggelam di kawasan Air Terjun Tembok Barak, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Korban Ardiana Wardana Putra, ditemukan tewas pada hari kedua pencarian sekitar pukul 09.05 Wita, Minggu (26/4/2026)

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Dony Indrawan, mengatakan pencarian melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur. Ia menjelaskan, metode pencarian diawali dengan free dive di sekitar lokasi korban diduga tenggelam. Tim kemudian mengidentifikasi satu titik mencurigakan di sisi barat air terjun, tepatnya di pinggiran tebing yang mengarah ke bawah air.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah free dive, kita menemukan salah satu titik yang dicurigai di posisi barat air terjun, persis di pinggiran tebing yang masuk ke bawah," ujarnya, Minggu (26/4/2026)

Berdasarkan temuan itu, tim langsung menurunkan penyelam (diver) untuk memastikan keberadaan korban. Hasilnya, korban ditemukan berada di bawah air di area tersebut.

ADVERTISEMENT

"Tim diving langsung masuk ke lokasi dan ternyata korban berada di bawah air, di sebelah barat tebing. Selanjutnya korban langsung kita evakuasi ke permukaan," jelasnya.

Dony menyebutkan, sekitar 50 personel dikerahkan dalam operasi pencarian ini. Mereka terdiri dari unsur TNI-Polri, Basarnas, BPBD, Balawista, serta masyarakat setempat.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng untuk penanganan lebih lanjut.

Dony juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar selalu memperhatikan keselamatan saat berkunjung ke objek wisata alam, khususnya air terjun. "Kalau ada larangan atau imbauan dari pengelola wisata, mohon diikuti. Keselamatan harus menjadi prioritas," tegasnya.

Sebelumnya, korban dilaporkan tenggelam saat berwisata di Air Terjun Tembok Barak pada Sabtu (25/4/2026) sore. Basarnas menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 18.40 Wita. Korban diperkirakan tenggelam sekitar pukul 16.30 Wita.




(hsa/hsa)










Hide Ads