Kapal Iran Ditembak AS, Teheran Mundur dari Meja Perundingan Kedua

Rolando Fransiscus Sihombing - detikBali
Senin, 20 Apr 2026 09:22 WIB
Foto: Middle East Monitor
Denpasar -

Iran menolak melanjutkan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) di tengah eskalasi militer yang kian terbuka. Keputusan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kapal perang negaranya menembak kapal Iran yang mencoba menembus blokade.

Dilansir dari detikNews, Senin (20/4/2026), blokade AS terhadap pelabuhan Iran menjadi sumber utama ketegangan yang terus meningkat. Situasi semakin rumit setelah Trump pada Minggu (19/4) menyatakan kapal perusak AS menargetkan kapal Iran di laut.

Stasiun penyiaran pemerintah IRIB pada Minggu (19/4) mengutip sumber-sumber Iran yang menyebut saat ini tidak ada rencana untuk berpartisipasi dalam putaran pembicaraan Iran-AS berikutnya.

Kantor berita Fars dan Tasnim sebelumnya juga mengutip sumber anonim yang mengatakan suasana keseluruhan tidak dapat dinilai sangat positif, seraya menegaskan pencabutan blokade AS menjadi prasyarat utama negosiasi.

IRNA yang dikelola pemerintah Iran menyoroti blokade tersebut serta tuntutan yang tidak masuk akal dan tidak realistis dari Washington. Mereka menilai dalam keadaan ini, tidak ada prospek yang jelas untuk negosiasi yang bermanfaat.

Gencatan Senjata di Ujung Waktu

Iran dan AS, bersama Israel, kini hanya memiliki tiga hari sebelum gencatan senjata dua minggu berakhir. Gencatan itu menghentikan sementara perang Timur Tengah yang dipicu serangan mendadak AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Sejauh ini, baru satu sesi negosiasi yang digelar selama 21 jam di Islamabad pada 11 April. Pertemuan itu berakhir tanpa kesimpulan, meski persiapan pembicaraan lanjutan sempat dilakukan.

"Kami menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya," kata Trump dalam unggahan pada Minggu (19/4), sembari kembali mengancam infrastruktur Iran jika kesepakatan gagal dicapai.

Simak Video "Video: Negosiasi Batal, Militer AS Segera Blokade Semua Pelabuhan Iran"


(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork