Terdapat sejumlah peristiwa di Pulau Dewata yang menarik perhatian pembaca detikBali pekan ini, 6-12 April 2026. Mulai dari warga Bali yang ketahuan bakar sampah diancam tipiring, 2 ABK tewas dianiaya dan dibakar di Benoa, hingga viral benda bercahaya di langit Bali. Berikut rangkumannya.
Warga Bali yang Ketahuan Bakar Sampah Diancam Tipiring
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan warga yang membakar sampah organik maupun anorganik terancam tindak pidana ringan (Tipiring). "Akan dilakukan penindakan penegak hukum. Iya dong ada tipiring," kata Koster di Kantor Gubernur Bali, Selasa (7/4/2026).
Koster menilai pembakaran sampah yang dilakukan warga adalah hal buruk. Namun, ia harus memastikan apakah yang dibakar benar sampah atau kayu, bambu, dan sejenisnya.
"Kalau kayu dibakar, bambu dibakar bekas upakara itu tidak ada masalah. Kalau yang dibakar itu sampah misalnya sampah residu atau sampah jenis lain yang dibakar, itu yang dilarang," jelasnya.
Sebelumnya, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung resmi tidak lagi menerima sampah organik mulai 1 April 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk mempercepat penguatan sistem pengolahan sampah berbasis sumber di tingkat desa, sesuai arahan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq. Dengan kebijakan tersebut, TPA Suwung kini hanya menerima sampah anorganik dan residu.
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Bali, I Made Dwi Arbani, mengatakan langkah ini merupakan respons atas tingginya komposisi sampah organik di Bali yang mencapai 65 persen dari total timbulan, dengan karakter kadar air yang tinggi.
"Selama ini sampah organik mendominasi timbulan di TPA. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gas metana yang mudah terbakar, bau tidak sedap, pencemaran lingkungan akibat lindi, serta mempercepat penuhnya TPA," kata Arbani dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, PMI Asal Jembrana Bali Ditangkap di AS
Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial Putu JW dikabarkan ditangkap oleh otoritas berwenang di Florida, Amerika Serikat (AS). Pria asal Jembrana, Bali, itu diduga terlibat kasus kekerasan seksual hingga viral di media sosial.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, membenarkan informasi mengenai warga Jembrana yang terjerat kasus hukum di AS. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana juga tengah memantau perkembangan kasus tersebut.
"Memang ada info tersebut dari media, (kejadian) di wilayah Florida. Tapi kami belum ada komunikasi dengan PMI tersebut dan keluarga juga belum bisa komunikasi. Kami masih melakukan koordinasi dengan Kepala BP3MI Bali," ungkap Mirah saat dikonfirmasi detikBali, Kamis (9/4/2026).
Mirah menjelaskan pihaknya terus memantau perkembangan kasus tersebut melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di AS. Sejauh ini, ia mengaku hanya mengikuti perjalanan kasus tersebut melalui pemberitaan media lokal di Florida.
"Untuk sementara, kami belum dapat menyampaikan kronologi secara detail," imbuhnya.
Pemkab Jembrana, dia berujar, tengah berkoordinasi dengan BP2MI dan Kementerian Luar Negeri. Langkah ini diambil untuk memberikan pendampingan hukum serta memastikan Putu JW mendapatkan hak-haknya selama proses hukum berlangsung.
"Upaya pendampingan ini juga bertujuan untuk mencari informasi yang berimbang guna menjadi dasar dalam pengajuan permohonan perlindungan hukum bagi yang bersangkutan," pungkasnya.
Simak Video "Video Viral Benda Bercahaya di Langit Bali, BRIN: Itu Roket China"
(nor/nor)