Warga Sekitar TPS3R Sempidi Keluhkan Bau Menyengat, Pengelola Angkat Bicara

Agus Eka - detikBali
Sabtu, 11 Apr 2026 18:26 WIB
Petugas saat memilah sampah organik yang akan diolah di TPS3R Sempidi, Badung, Bali. (Foto: Agus Eka/detikBali)
Badung -

Warga di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) milik Desa Adat Sempidi, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, mengeluhkan bau menyengat sejak beberapa hari lalu. Sejumlah video bernada protes yang menunjukkan kondisi TPS viral di media sosial.

Warga menduga tumpukan sampah di dalam area TPS3R Sempidi menjadi pemicu bau tak sedap tersebut. Mereka menyayangkan kondisi ini. Terlebih, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung sempat menjamin keberadaan fasilitas tersebut tidak akan menimbulkan dampak lingkungan.

"Ini sudah berbeda dari janji Bupati sebelumnya, sebelum TPS dibangun," ujar salah satu warga yang meminta namanya dirahasiakan, Sabtu (11/4/2026).

Pengelola TPS3R Sempidi dari vendor Hejoteck, Rina A Soma, angkat bicara terkait protes warga itu. Ia menyebut ada miskomunikasi dan menduga ada provokasi di tengah masyarakat. Rina pun membantah narasi mengenai bau dan aktivitas pembakaran sampah di TPS tersebut.

"Isu-isunya ada, laporan-laporan seperti itu ada, dibilang ada pembakaran lah di sini, padahal tidak sama sekali. Tetapi kami meminta maaf jika ada yang kurang, kita sama-sama berbenah," kata Rina.

Rina mengakui operasional TPS3R Sempidi per 1 April 2026 ini merupakan masa transisi yang berat karena sarana prasarana pendukung belum terpasang 100 persen. Ia meminta waktu penyesuaian selama tiga bulan ke depan hingga seluruh mesin pendukung siap beroperasi di hanggar tersebut.

"Sebetulnya kalau misalkan kami dibilang ready untuk memberantas sampah di sini, dibilang siap sekarang sih sebetulnya tidak siap. Kami minta waktu seharusnya itu tiga bulan ke depan karena nanti semua mesin sudah lengkap di sini," ujar Rina.

Manajer Operasional Hejoteck, Peter Noordiansah, menjelaskan tumpukan sampah yang mencapai 8 ton per hari karena adanya pembersihan gudang warga dan sisa sampah yang seharusnya dikelola vendor pengelola TPS3R sebelumnya. Peter menekankan volume tersebut jauh di atas kapasitas harian normal sampah warga Desa Adat Sempidi dan Adat Kwanji yang biasanya hanya berkisar 4-5 ton.



Simak Video "Video: Pramono Bakal Batasi Operasional RDF Rorotan Usai Diprotes Warga"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork