Vivian Wilson kembali buka suara soal hubungannya dengan sang ayah, Elon Musk, serta pengalamannya tumbuh sebagai anak dari salah satu orang terkaya di dunia. Ia mengaku masa kecilnya tidak selalu menyenangkan, bahkan terasa ganjil dan penuh keterasingan.
Dilansir Wolipop, Vivian, yang merupakan transgender dan mulai menjalani transisi pada 2020, diketahui memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan Musk. Ia bahkan memutuskan menghapus nama belakang sang ayah dari identitasnya. Dalam wawancara dengan Cosmopolitan, ia menceritakan kehidupan masa kecilnya yang berbeda dari kebanyakan orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu adalah pengalaman yang sangat aneh, sangat mengisolasi. Kaum kelas atas memiliki sekolah swasta mereka sendiri, lingkaran sosial, dan sebagainya," katanya.
Vivian sendiri awalnya bersekolah di sebuah institusi eksklusif di kampus SpaceX di California bernama Ad Astra. Ia kemudian pindah ke sekolah swasta Los Angeles, Crossroads.
"Aku telah melupakan banyak hal, tetapi bahkan sebagai seorang anak, aku berpikir ini agak norak. Aku ingat ketika masih sangat muda dan melihat tunawisma dan merasa mual,"
"Orang-orang akan mengkritikku karena bersikap dramatis seperti anak kecil. Tapi tidak, aku benar untuk bersikap dramatis seperti itu," tambahnya.
Selain merasa aneh dan terisolasi, Vivian juga mengamati bahwa lingkungannya memiliki tingkat keterasingan dari realitas yang tinggi. Mereka hanya mengutamakan kekayaan dan hal itu membuat ilusi bahwa kamu pantas mendapatkannya sementara orang-orang tidur di jalanan.
Namun selagi bicara tentang kehidupannya yang aman meski tidak selalu nyaman, Vivian mengakui bahwa dia adalah anak orang kaya yang seharusnya tidak memberi ceramah kepada siapa pun tentang materialisme.
Di bagian lain wawancara, Vivian mengatakan bahwa ia telah menyaksikan uang merusak orang-orang di sekitarnya. "Aku telah melihat hal itu secara langsung. Uang akan mengubahmu, dan keinginan akan kekuasaan merusak orang dari dalam. Itu seperti kartun," tegasnya.
Transgender yang kini jadi model itu lanjut mengatakan bahwa ia takut jadi serakah karena uang. "Mencapai itu dan menginginkan lebih adalah siklus keserakahan dan kerakusan yang tak berujung, di mana tidak ada yang cukup dan kamu menjadi gila. Itu mengubah kamu menjadi orang yang berbeda. Yang jujur saja merupakan salah satu ketakutan terbesarku," katanya.
Namun Vivian memastikan bahwa ia menyesali nasibnya sebagai putri dari bos Tesla. Meski ia juga tidak ingin hal itu mendefinisikannya. "Tidak banyak yang bisa aku lakukan tentang itu, jadi siapa yang peduli? Itu bagian dari kisahku, tetapi itu bukan masa depan kisahku," pungkasnya.
Baca selengkapnya di Wolipop
(nor/nor)










































