detikBali

Proyek Infrastruktur Strategis di Bali Harus Dipercepat, DPR Mendukung

Terpopuler Koleksi Pilihan

Proyek Infrastruktur Strategis di Bali Harus Dipercepat, DPR Mendukung


Rizki Setyo Samudero - detikBali

RDP Komisi V DPR RI bersama Gubernur Bali, Rabu (8/4/2026)
RDP Komisi V DPR RI bersama Gubernur Bali, Rabu (8/4/2026) (Foto: Dok Humas Pemprov Bali)
Denpasar -

Komisi V DPR RI mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Bali. Legislatif berpendapat Bali harus didukung penuh sebagai penyumbang devisa pariwisata terbesar.

Dorongan itu muncul dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat antara Komisi V DPR bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum dan Gubernur Bali pada Rabu (8/4). Pembangunan infrastruktur strategis untuk menunjang pariwisata di Pulau Dewata harus dipercepat.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus mengatakan Bali merupakan aset nasional yang tidak boleh diabaikan. Ia menilai kebutuhan anggaran menjaga Bali tetap kompetitif relatif kecil dibandingkan kontribusi yang diberikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari sekian Rp 176 triliun perputaran ekonomi wisatawan mancanegara, lebih dari setengahnya berasal dari Bali. Jika Bali tidak kita urus dengan baik, angka itu bisa menyusut drastis. Karena kelalaian kita, bukan tidak mungkin kita kehilangan potensi besar tersebut," kata Lasarus melalui keterangan tertulis yang diterima detikBali, Kamis (9/4/2026).

Koster bersama Menteri PU, Ketua Komisi V DPR usai rapat di Gedung DPRKoster bersama Menteri PU, Ketua Komisi V DPR usai rapat di Gedung DPR Foto: Dok Humas Pemprov Bali

Lasarus menyebut anggaran untuk pengamanan pantai saja Bali hanya membutuhkan sekitar Rp 3-4 triliun. Menurutnya tidak bijak jika membiarkan potensi sebesar itu hilang hanya lalai mengurusnya.

ADVERTISEMENT

Ia juga menyoroti persoalan aksesibilitas penerbangan domestik yang dinilai masih menyulitkan wisatawan.

"Sekarang ke Bali terasa sulit, terutama bagi wisatawan domestik. Mencari tiket pesawat ke Bali itu susah, pergi susah, pulang juga susah. Ini harus menjadi perhatian bersama," jelasnya.

Sementara itu, Koster menyampaikan jumlah wisatawan asing ke Bali pada 2025 mencapai 7,5 juta orang, tertinggi sepanjang sejarah. Sementara di total dengan wisatawan domestik sebanyak 16,3 juta orang.

"Ekonomi Bali sangat bergantung pada pariwisata dengan kontribusi sekitar 66 persen terhadap PDRB. Karena itu infrastruktur dasar harus dipercepat agar Bali tidak mengalami penurunan kualitas," terang dia.

Melihat kemacetan yang terjadi saat arus mudik lebaran kemarin, Koster menginginkan adanya alternatif penyeberangan dari Ketapang langsung ke wilayah Bali utara hingga timur.

"Kami ingin ada alternatif penyeberang dari Ketapang langsung ke wilayah Bali utara atau timur agar kepadatan tidak hanya menumpuk di satu titik," ujar Koster.




(mud/mud)










Hide Ads