detikBali

Balai Budaya Gianyar Diserbu Penonton, 7 Bapang Barong Unjuk Gigi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Balai Budaya Gianyar Diserbu Penonton, 7 Bapang Barong Unjuk Gigi


Aryo Mahendro - detikBali

Keramaian di panggung terbuka Balai Budaya Gianyar saat parade bapang barong, Selasa (7/4/2026).
Keramaian di panggung terbuka Balai Budaya Gianyar saat parade bapang barong, Selasa (7/4/2026). (Foto: dok. Pemkab Gianyar)
Gianyar -

Balai Budaya Gianyar diserbu penonton saat tujuh bapang barong dari Gianyar unjuk gigi dalam parade, Selasa (7/4/2026) malam. Aksi itu menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi Kabupaten Gianyar ke-255 pada 19 April 2026.

"Tujuh duta se-Kabupaten Gianyar memeriahkan Parade Bapang Barong serangkaian hari jadi kota Gianyar ke-255," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

Adi menjelaskan, parade bapang barong melibatkan berbagai pelaku seni. Mulai dari seniman di sanggar seni, komunitas, sekaa teruna, hingga yowana sebagai bagian dari regenerasi pelaku seni budaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Parade diawali penampilan bapang barong dari Sanggar Dwi Bhuana Sari, Banjar Abiansemal, Kecamatan Ubud. Selanjutnya tampil Gamelan Laya Sabda sebagai duta Kecamatan Payangan, disusul Sanggar Kayon Pejeng dari Kecamatan Tampaksiring.

ADVERTISEMENT

Aksi kemudian dilanjutkan oleh Sanggar Bagus Bhuwana Mas dari Kecamatan Sukawati, Sekaa Sebunan Sanggar Seni Jenggala Gora dari Kecamatan Blahbatuh, serta Sanggar Seni Manik Bengkel dari Kecamatan Gianyar. Parade ditutup penampilan Sekaa Truna Aristha Bhuana Banjar Kendran dari Kecamatan Tegalalang.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Penonton memadati area pertunjukan sejak sore hari dan menyambut setiap penampilan dengan sorakan serta tepuk tangan.

"Parade Bapang Barong berlangsung semarak dengan menampilkan kreativitas terbaik melalui garapan yang atraktif dengan ciri khas dan keunikan dari masing-masing kecamatan melalui pertunjukan yang sarat makna dan nilai dan filosofis dalam kehidupan masyarakat tradisional Bali," kata Adi.

Menurut Adi, parade bapang barong bukan sekadar hiburan. Kegiatan ini juga menjadi wadah pembinaan bagi seniman muda untuk mengembangkan sekaligus menjaga warisan budaya leluhur agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Selain itu, pencarian bakat berbasis kearifan lokal juga dilakukan Majelis Kebudayaan Bali Kabupaten Gianyar bersama Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui parade tersebut. "Perhelatan ini menjadi penyatuan komitmen bersama para seniman dan tokoh seni dalam mewujudkan pelestarian seni dan budaya," katanya.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads
LIVE