Kedutaan Besar Korea Selatan (Kedubes Korsel) mengeluarkan peringatan kepada warganya yang berencana berlibur ke Pulau Dewata. Hal itu muncul karena kasus kriminal di Bali yang melibatkan turis asing meningkat.
Namun mendengar kabar itu, Gubernur Bali Wayan Koster memilih untuk irit bicara. Awak media sempat menanyakan dan meminta tanggapan terkait itu saat ditemui usai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Bali, Senin (6/4/2026).
"Cukup.. Cukup..," singkat Koster.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, awak media kembali bertanya travel warning tersebut membuat Bali menjadi perhatian akibat kriminalitas turis asing meningkat akhir-akhir ini.
Namun, Koster juga enggan berkomentar. Ia memilih melewati wartawan dan menuju ke mobil dinasnya.
"Cukup," singkat Koster lagi.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bali I Wayan Sumarajaya menilai hal tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban setiap perwakilan negara saat berada di luar negeri.
"Hal biasa seperti ini. Mereka membuat peringatan sebagai antisipasi agar warga negaranya selalu hati-hati. Itu merupakan tanggung jawab perwakilan negara terhadap warganya," ujar Sumarajaya saat dihubungi, Senin.
Menanggapi hal ini, Dispar memastikan akan meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan agar tercipta suasana yang lebih kondusif. "Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak keamanan, agar bersama-sama selalu menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan selama berada di Bali," imbuhnya.
Dilansir detikTravel, dalam pernyataan resmi, Kedubes Korea Selatan mengimbau wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya kasus kejahatan serius yang menyasar warga asing di sejumlah kawasan wisata Bali. Peringatan tersebut dirilis melalui laman resmi kedutaan pada Rabu (1/4/2026) dengan judul 'Peringatan Keamanan tentang Pencegahan Kejahatan Serius'.
"Karena kejahatan serius yang menargetkan warga asing baru-baru ini meningkat di daerah wisata terkenal seperti Jimbaran, Seminyak, dan Canggu di wilayah Bali, kami meminta warga yang mengunjungi Bali untuk memperhatikan keselamatan pribadi mereka," tulis kedubes Korsel seperti dikutip dari Chosun.com pada Sabtu (4/4/2026).
(hsa/hsa)










































