Pelajar asal India inisial SA (13) ditemukan tewas di kolam renang salah satu hotel kawasan Jalan Bypass Ngurah Rai, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar, Rabu (1/4/2026) malam. SA menginap di hotel itu bersama rombongan tim olahraga dari negaranya.
Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa, mengatakan menerima laporan tamu tenggelam di kolam renang hotel sekitar pukul 21.50 Wita. "Petugas langsung mendatangi TKP untuk melakukan pengecekan dan meminta keterangan para saksi," ujar Tomiyasa saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil keterangan saksi, SA ditemukan tenggelam sekitar pukul 21.10 Wita oleh dua karyawan trainee hotel yang melintas di jembatan area kolam saat hendak membuang sampah. Keduanya melihat sosok pria berada di dasar kolam dalam posisi tengkurap.
"Saksi melihat bayangan hitam di dasar kolam. Setelah dicek, ternyata benar ada seorang tamu dalam posisi tengkurap di dasar kolam," jelas Tomiyasa.
Petugas hotel kemudian memanggil bagian engineering dan security. SA lalu dievakuasi dari kolam dan dibawa ke gazebo untuk diberikan pertolongan pertama. SA sempat diberikan pompa dada selama beberapa menit, tetapi tidak merespons sehingga langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Dharma Yadnya.
Tomiyasa mengungkapkan petugas identifikasi Polresta Denpasar melakukan olah TKP sekitar pukul 23.18 Wita dan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit pukul 00.04 Wita.
Hasil olah TKP, SA ditemukan di dasar kolam sedalam dua meter dengan posisi kepala menghadap utara dan kaki ke selatan. Saat ditemukan, korban mengenakan kaus dan celana pendek warna hijau lumut, serta kaus kaki putih bermerek Puma. Polisi juga menemukan sepasang sandal hitam mengapung di dalam kolam.
Dugaan sementara SA meninggal akibat tenggelam di kolam renang. Sebab, berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dalam tumbuhnya. Jenazah SA kini dititipkan di RS Bali Mandara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, manajer tim asal India, Ajay Kumar, menerangkan sempat melihat beberapa anak bermain di kolam kecil dan kolam dewasa sekitar pukul 19.39 Wita. Sementara yang anggota tim lain bermain sepak bola di taman. Ajay mengungkapkan saat itu tidak terlalu fokus mengawasi karena sedang menerima telepon.
Ajay bersama 29 anggota tim kemudian pergi makan malam ke sebuah restoran di kawasan Sanur sekitar pukul 2023 Wita. Namun, menurut Ajay, dari total 31 anak, satu anak ikut makan bersama orang tuanya, sementara SA diketahui tetap berada di hotel.
"Sekitar pukul 21.24 Wita saya mendapat informasi dari anggota tim lain bahwa salah satu anak tenggelam. Saya langsung kembali ke hotel bersama rombongan," tutur Ajay.
(hsa/hsa)