Sebuah kapal memuat garam tenggelam di perairan Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Seorang anak buah kapal (ABK) tewas dalam insiden tersebut.
"Kejadiannya tadi," ujar Kapolsek Wera Ipda Muhaimin Mulawarman dikonfirmasi detikBali, Rabu (1/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muhaimin mengatakan kapal perahu motor yang mengangkut 50 ton garam tersebut awalnya berlabuh di perairan Sangiang pada Minggu (29/3) malam. Rencananya, kapal bernama Dian Laili Putri ini hendak berlayar ke Sulawesi Selatan.
"Kapal muat garam tujuan Sulawesi Selatan. Namun sebelum berangkat berlayar, kapal lebih dulu tenggelam," imbuh Muhaimin.
Ia menduga kapal tersebut tenggelam akibat kebocoran pada bagian dasar kapal yang tidak diperbaiki. Hal itu menyebabkan kapal bersama muatan karam hingga ke dasar laut.
Muhaimin mengungkapkan seorang ABK bernama Farid Sukardin (19) meninggal dunia setelah terjebak dalam kapal tersebut. Diketahui, Farid merupakan warga Desa Sangiang.
"Satu ABK meninggal dunia saat berusaha menyelamatkan diri dengan keluar dari dalam dalam kapal yang karam hingga ke dasar laut," imbuhnya.
Menurut Muhaimin, sejumlah warga sempat berupaya memberikan pertolongan dengan menyelam menggunakan mesin kompresor. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Farid pun dievakuasi dalam kondisi sudah meninggal dunia.
"Dinyatakan meninggal dunia, korban langsung dibawa ke rumahnya. Tak lama kemudian dikuburkan di TPU Desa Sangiang," pungkasnya.
(iws/iws)