Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung berencana membangun jalan sepanjang 17,7 kilometer yang menghubungkan Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Barat menuju Canggu hingga Terminal Mengwi. Proyek strategis dengan estimasi anggaran Rp 4,5 triliun ini ditargetkan mulai melakukan pembebasan lahan pada 2026.
"Di perubahan 2026 kita mulai bergerak untuk pembebasan lahan. Harapannya nanti 2027, kekurangan lahan kita tambah lagi anggarannya sekaligus biaya konstruksi untuk jalan Canggu, Terminal Mengwi, hingga Werdi Bhuwana," ujar Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa saat Musrenbang RKPD Semesta Berencana Kabupaten Badung Tahun 2027, Senin sore (30/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Realisasi fisik jalan ini, lanjut Adi, diproyeksikan memakai sistem tahun jamak atau multi-years yang dimulai pada 2027. Pemerintah menargetkan seluruh konstruksi rampung dan bisa mulai digunakan oleh masyarakat luas pada tahun 2028.
"Coba bayangkan kalau itu bisa terwujud 2028 nanti karena akan dibangun 2027 dengan multi-years 2028 konstruksinya. Berarti orang yang mau pergi ke Canggu dari Mengwi atau dari Tabanan tidak perlu lagi lewat Kerobokan. Dalung pun tidak akan macet lagi," kata Adi Arnawa.
Pembangunan jalur baru ini bertujuan untuk memecah titik kemacetan parah di sejumlah wilayah penyangga pariwisata. Kehadiran jalan ini diyakini bakal meminimalisasi penumpukan kendaraan di kawasan Kerobokan, titik penyempitan jalan di Beringkit, hingga kemacetan di daerah Lukluk.
"Artinya kemacetan yang terjadi di Kerobokan serta hambatan di Beringkit dan Lukluk itu akan bisa dikurangi. Jadi orang besok mau ke Bedugul tidak perlu lewat Sempidi lagi, tapi bisa lewat Gatot Subroto Barat langsung ke kanan menuju Terminal Mengwi," jelasnya.
Selain jalur Gatsu-Mengwi, Pemkab Badung juga mengejar pengerjaan tiga ruas jalan lainnya pada tahun 2026. Proyek tersebut meliputi Lingkar Barat Jimbaran-Uluwatu, jalur Uluwatu-Lingkar Selatan (Sawangan dan Melasti), serta jalan pintas Berawa menuju Teuku Umar Barat.
"Ini 2026 sudah dikerjakan dan astungkara (atas izin Tuhan) 2026 sampai 2027 itu sudah bisa dipakai jalan itu. Kami baru dilantik 20 Februari 2025, dan di transisi 2025 menuju 2026 ini, kami sudah laksanakan konstruksi tiga ruas jalan tersebut," papar Adi Arnawa.
Rencana pengembangan infrastruktur ini juga akan menyentuh wilayah Abiansemal dengan rancangan jalan selebar 30 meter. Jalur tersebut diproyeksikan menghubungkan Polres Badung ke timur menuju wilayah Latu, Semana, hingga menembus wilayah Desa Angantaka untuk mengatasi macet di Desa Mambal.
"Kita rancang semua jalan itu lebarnya 30 meter agar orang di Abiansemal nanti benar-benar merasakan berada di jalan tol. Saya bayangkan warga merasa tidak lagi di Abiansemal, tapi merasa ada di kawasan metropolitan," tuturnya.