detikBali
Internasional

Kecaman Keras Iran ke Netanyahu Usai Bawa-bawa Nama Yesus Saat Bicara Agresi

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

Kecaman Keras Iran ke Netanyahu Usai Bawa-bawa Nama Yesus Saat Bicara Agresi


Rolando Fransiscus Sihombing - detikBali

NEW YORK, NEW YORK - SEPTEMBER 26: Prime Minister of Israel Benjamin Netanyahu speaks at the 80th session of The United Nations General Assembly (UNGA) on September 26, 2025 in New York City. This years theme for the annual global meeting is:Better together: 80 years and more for peace, development and human rights.   Alexi J. Rosenfeld/Getty Images/AFP (Photo by Alexi J. Rosenfeld / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: Getty Images via AFP/ALEXI J. ROSENFELD)
Denpasar -

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam pernyataan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu yang dinilai menghina Yesus Kristus. Netanyahu diketahui membandingkan Yesus Kristus dengan pendiri dan pemimpin (khan) pertama Kekaisaran Mongol, Genghis Khan, saat bicara mengenai agresi.

"Bagi seorang pria yang sangat bergantung pada niat baik umat Kristen di Amerika Serikat, penghinaan terbuka Netanyahu terhadap Yesus Kristus (SAW) sangat luar biasa," tulis Araghchi di X sembari mengunggah video yang menampilkan pernyataan Netanyahu, dikutip dari detikNews, Sabtu (21/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembantai terburuk yang pernah dilihat kawasan kita, juga sesuai dengan statusnya saat ini sebagai buronan penjahat perang," kata Araghchi.

Netanyahu sempat membawa-bawa nama Yesus saat berbicara tentang agresi. Pidato Netanyahu itu disiarkan televisi pada Kamis (19/3).

ADVERTISEMENT

"Yesus Kristus tidak memiliki keunggulan atas Genghis Khan. Karena jika Anda cukup kuat, cukup kejam, cukup berkuasa, kejahatan akan mengalahkan kebaikan. Agresi akan mengalahkan moderasi," kata Netanyahu dalam pidatonya itu.

Seperti diketahui, eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Hingga kini, lebih dari 1.200 orang tewas dalam serangan itu. Termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Sementara itu, Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Serangan balasan itu juga memakan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur hingga mengganggu pasar global dan penerbangan.

Terbaru, Iran menembakkan dua rudal balistik ke arah pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia di Samudra Hindia. Diego Garcia adalah pulau terbesar di Kepulauan Chagos yang digunakan sebagai pangkalan militer gabungan Inggris-AS sejak 1970-an.

The Wall Street Journal melaporkan dua rudal tersebut tidak mengenai sasaran, yang berjarak sekitar 2.500 mil dari wilayah Iran. Meski begitu, peluncuran tersebut menunjukkan bahwa Teheran memiliki rudal dengan jangkauan lebih jauh daripada yang diperkirakan.

Di sisi lain, militer Israel mengatakan telah melancarkan serangan terhadap target rezim di Teheran. Serangan sekutu AS itu setelah melaporkan beberapa kali tembakan rudal Iran ke Israel.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads