detikBali

Salat Id Muhammadiyah di Bali Digelar 1 Jam Setelah Nyepi Berakhir

Terpopuler Koleksi Pilihan

Salat Id Muhammadiyah di Bali Digelar 1 Jam Setelah Nyepi Berakhir


Ahmad Firizqi - detikBali

Suasana salat Idul Adha di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Jumat (6/6/2025). (Foto: Aryo Mahendro/detikBali)
Foto: Suasana salat Idul Adha di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Jumat (6/6/2025). (Foto: Aryo Mahendro/detikBali)
Denpasar -

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali memastikan pelaksanaan salat Idul Fitri 1447 Hijriah tetap digelar pada Jumat (20/3/2026) pagi, berdekatan dengan berakhirnya Hari Raya Nyepi. Sedangkan takbiran diimbau dilaksanakan secara sederhana dari rumah masing-masing.

Ketua PWM Bali, Husnul Fahmi, mengatakan salat Id akan dilaksanakan sekitar satu jam setelah Nyepi berakhir, yakni pukul 06.00 Wita. Panitia pun telah menyiapkan teknis pelaksanaan agar berjalan lancar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Insyaallah kami laksanakan (salat Id) Jumat pagi. Setelah nyepi, jam 6 pagi, panitia mulai bergerak ke lokasi tempat pelaksanaan sholat Idul Fitri di masing-masing wilayahnya," terang Husnul dikonfirmasi detikBali, Rabu (18/3/2026) malam.

Ia menjelaskan, sedikitnya ada 11 titik lokasi salat Idul Fitri yang tersebar di Bali. Tiga di antaranya berada di Kota Denpasar, yakni Lapangan Niti Mandala Renon, Musala KH Ahmad Dahlan di Jalan Pulau Batanta, dan SD 1 Muhammadiyah Pemecutan.

ADVERTISEMENT

"Sekitar jam setengah 7 pagi kami mulai takbiran, sebelum tepat jam 7 pagi pelaksanaan sholat akan dilangsungkan. Tapi kalau antusias warga banyak, kamicoba koordinasikan agar mundur sedikit waktunya," bebernya.

Menurut Husnul, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai unsur, termasuk pecalang dan aparat keamanan, untuk memastikan pelaksanaan salat Id berlangsung tertib.

"Nanti saat pelaksanaan sholat Idul Fitri, kami sudah berkoordinasi dan berkolaborasi dalam penjagaan bersama unsur terkait, baik dari kami, pecalang dan petugas lainnya," sambung Husnul.

Terkait malam takbiran yang bertepatan dengan Nyepi, Husnul mengimbau warga Muhammadiyah agar melaksanakannya secara sederhana dari rumah masing-masing.

"Kami imbau kepada warga Muhammadiyah di Bali agar tetap menjaga kerukunan beragama dan menjaga toleransi disini. Bisa asal dekat, tapi sudah kami imbau agar takbiran di rumah saja," tegasnya.

Meski demikian, ia mengaku pihaknya tidak menanggapi isu-isu yang berpotensi memecah belah. Fokus utama tetap pada menjaga harmoni dan persaudaraan.

"Kami tidak menanggapi masalah tersebut, terpenting kita tetap menjaga keutuhan, toleransi dan kerukunan umat yang sudah terjalin baik," pungkasnya.




(nor/nor)










Hide Ads