Pura kawitan di Lingkungan Banjar Celuk, Kelurahan Kapal, Mengwi, Badung, Bali, ludes terbakar setelah tersambar petir. Kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian materiel mencapai Rp 600 juta.
"Kejadiannya pas hujan lebat, saksi mendengar suara petir yang sangat keras di atas rumahnya. Setelah dicek ke luar, ternyata api sudah muncul di bagian meru pura yang posisinya persis di sebelah rumah saksi," ujar Kasubsi PIDM Sihumas Polres Badung, Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari, Senin (16/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuni mengungkapkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.00 Wita pada Minggu (15/3). Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh I Gede Oka Wibawa (39), seorang anggota polisi yang tinggal di Lingkungan Celuk.
Sebelum melihat api berkobar, Oka sempat mengecek kondisi di sekitar rumahnya karena getaran petir yang sangat kuat. "Saksi baru sadar ada kebakaran setelah selesai sembahyang di sanggah miliknya dan melihat ada cahaya api sebesar lampu di area pura," imbuh Yuni.
Oka lantas meminta anaknya untuk memukul kulkul (kentongan bambu) dan meminta bantuan warga sekitar. Mendengar suara kulkul, warga berhamburan menuju lokasi kejadian untuk membantu pemadaman. Sebagian warga lainnya menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Badung.
"Warga yang datang langsung bahu-membahu mencoba memadamkan api sebelum armada Damkar tiba di lokasi. Akibat kebakaran ini, pengempon pura mengalami kerugian materiil sekitar enam ratus juta rupiah," imbuh Yuni.
Musibah kebakaran tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Mengwi. Yuni menjelaskan petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk memastikan kronologi kejadian.
"Laporan sudah diterima di Polsek Mengwi untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku. Dugaan sementara penyebab utama kebakaran murni karena sambaran petir saat cuaca ekstrem semalam," pungkasnya.
(iws/iws)