Kebakaran hebat menghanguskan gudang mebel dan mess karyawan di Jalan Persada, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali. Kobaran api yang berkobar sejak dini hari baru berhasil dipadamkan sepenuhnya siang tadi.
"Api cepat melahap kayu dan bangunan seluas 7 are. Kerugian materiel mencapai Rp 5 miliar," ujar Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina, Minggu (15/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasek mengungkapkan petugas pemadam kebakaran (damkar) berjibaku menjinakkan si jago merah selama hampir delapan jam. Menurutnya, penanganan dilakukan dengan mengerahkan 10 mobil damkar hingga proses pendinginan pukul 11.30 Wita.
Kebakaran bermula saat saksi bernama Pulum melihat percikan api yang diduga akibat korsleting listrik pada area atap di dekat mesin jointer. Saksi sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, banyaknya cairan kimia dan material kayu kering membuat api merembet sangat cepat.
"Awalnya saksi mencoba menyiram pakai air, tapi karena di sana banyak bahan mudah terbakar, api malah makin liar menjalar ke seluruh ruangan. Saksi kemudian berteriak memanggil rekan kerja dan pemilik gudang yang ada di lokasi untuk menyelamatkan diri," kata Agus Pasek.
Menurut Pasek, api juga merembet ke pemukiman warga di sekitar lokasi. Termasuk rumah milik Wayan Tapa yang mengalami kerusakan pada tembok pembatas dan penampung air.
"Rumah warga di sebelah gudang ikut terdampak pada bagian tembok dan tandon air dengan taksiran kerusakan sekitar Rp 20 juta," imbuhnya.
Pemilik gudang, I Gede Agam Wihanta Pratama, kini tengah berkoordinasi dengan polisi terkait pendataan aset yang hangus terbakar. Pasek menegaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.
"Tidak ada korban jiwa, karena seluruh penghuni mess segera keluar saat api mulai membesar," jelasnya.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), instalasi listrik di gudang mebel itu diketahui sempat mengalami gangguan teknis sejak beberapa hari terakhir. Meski begitu, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan pemicu kebakaran.
"Informasi di lapangan kabel lampu dan mesin itu baru diperbaiki tiga hari lalu karena sempat bermasalah. Saat ini lokasi sudah kami pasangi police line agar tim UKL bisa melakukan pendalaman lebih lanjut," pungkas Pasek.
(iws/iws)